Integrasi Manusia, Bahan Alam Lintas Batas Negara
Kini, Wang Wen-chih menjadi seorang seniman yang populer karena karya seni anyaman raksasanya baik di dalam maupun luar negeri.
Ia berpartisipasi dalam festival seni Setouchi International Art Triennale selama bertahun-tahun dengan karya ciptaannya seperti “House of Shodoshima”, “Light of Shodoshima”, dan “Dream of Olive” di Pulau Shodo, Jepang; dan juga dalam Woodford Folk Festival dengan karya-karya seperti “Woven Sky”, “Woven Cloud”, dan “Quandong Dream”.
Ia cenderung memilih bambu moso yang berdiameter lebih tebal dan lebih keras, kemudian menggunakan bambu Makino (spesies Phyllostachys makinoi), dianyam secara tidak beraturan, atau dianyam dengan “susunan rapi” dan rapat.
Ketika Wang Wen-chih mengungkit tentang proses penciptaan dari setiap karya, sebagai contoh ketika mengikuti festival seni Setouchi International Art Triennale, secara khusus ia meminta warga setempat untuk menyediakan bambu lokal, sekaligus mengajak warga Chiayi yang telah lama bekerja sama, dan juga relawan dari negara jauh seperti Brasil dan Australia, ditambah lagi dengan penghuni pulau di Jepang, bersama-sama membentuk tim kerja untuk menciptakan karya kolektif.
Ia mengatakan melalui berkarya bersama, kita baru dapat menyelesaikan kebuntuan yang dihadapi dua desa di atas pulau tersebut. Setelah pengerjaan selesai, di bawah kubah, orang-orang menikmati bersama teh pegunungan dan nastar yang dibawanya dari Taiwan. Kehadiran karya ini membuat pengunjung bersedia untuk menginap semalam di Pulau Shodoshima, hanya sekedar untuk menikmati keindahan karya ini di bawah sinar cahaya pada malam hari.
Karya berbahan bambu alam hanya mampu bertahan paling lama 2-3 tahun. Beberapa karyanya sudah tidak eksis lagi, akan tetapi memori indah masih terukir dalam sanubari setiap orang. Lagipula, melalui materi bambu melampaui batasan budaya, hambatan bahasa internasional, orang-orang dapat bergandengan tangan di tempat ini, berjalan kembali ke jalur alam.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Wang Wen-chih telah mengikuti festival seni Setouchi International Art Triennale selama bertahun-tahun. Dalam foto adalah karya tahun 2013 “Light of Shodoshima”, yang memanfaatkan hampir 5.000 batang bambu dianyam menjadi bangunan kubah raksasa. (Sumber: YYL Art Studio)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Karya seni anyaman setelah disoroti cahaya pada malam hari sangat indah dan menarik pengunjung bermalam di pulau. Dalam foto adalah “Zero”, karya Wang Wen-chih tahun 2022 yang ditampilkan dalam festival seni Setouchi International Art Triennale. (Sumber: YYL Art Studio)