Kebun Tomat PBB Peng Chin-yong Guanxi, Hsinchu
Penulis‧Chang Chiung-fang Foto‧Jimmy Lin
Februari 2016
新竹關西金勇蕃茄農場裡的蕃茄家族,五花八門。有的形狀像奇異果,有的像檸檬,有的活似燈泡,有的似甜椒……;這些源自荷蘭、日本、義大利、法國、非洲等世界各地的蕃茄品種,總是讓來客驚奇、讚嘆。彭金勇,種植蕃茄已有21 年歷史。從一級農業生產走向三級觀光農場服務業,彭金勇的蕃茄聯合國創造了無毒小農的另類奇
蹟。
Perkebunan tomat Chin Yong di kecamatan Guanxi, kabupaten Hsinchu memiliki ragam jenis dan bentuk buah tomat. Ada yang menyerupai buah kiwi, buah lemon, ada yang berbentuk bagaikan bolam lampu, ada juga yang mirip dengan paprika...
Semua buah tomat ini berasal dari Belanda, Jepang, Italia, Perancis, Afrika dan berbagai negara lainnya penghasil tomat dengan jenis tomat aneka warna seperti merah, jingga, kuning, hijau... Keragaman yang sangat mempesona, selalu menakjubkan hati para pengunjung yang tak henti memberikan pujian. Jangankan cita rasa buahnya, hanya dengan memandang ranum buahnya mampu membuat suasana hati menjadi gembira terisi penuh dengan keceriaan.
Peng Chin-yong berhasil meraih penghargaan "10 besar produk pertanian ajaib" pada tahun 1955 dan "10 besar manajer terbaik lintas selat, tiga wilayah Daratan Tiongkok, Taiwan dan Hongkong" pada tahun 2004. Peng Chin-yong yang kini berusia 47 tahun, memiliki pengalaman bercocok tanam tomat selama 21 tahun. Bermula dari sektor primer pertanian dengan menghasilkan produk pertanian menuju ke sektor tersier di bidang pelayanan jasa dengan menjalankan agro wisata, Perkebunan Peng Chin-yong, yang dijuluki sebagai United Nation of Tomatoes (Perkebunan Tomat Perserikatan Bangsa-bangsa), menciptakan jenis perkebunan ajaib yang unik, yakni perkebunan bebas toksin.
Perkebunan Chin-yong DIY (Do It Yourself atau kreasi buatan sendiri) terbagi menjadi 3 area, dengan total lahan tanam seluas 5 hektar, didonimasi oleh tanaman tomat (3 hektar), selebihnya adalah jagung (1,5 hektar), paprika (0.4 hektar) dan strawberi (0,5 hektar)
Di perkebunan tersebut terdapat lebih dari lima puluh ribu pohon tomat, dengan hasil panen tahunan mencapai 20 ton. Ada 6.000 pohon tanaman paprika, dengan hasil panen tahunan yang juga mencapai 36 ton, ditambah dengan buah strawberi dan buah jagung. Pada musim panas akan dialihkan dengan menanam mentimun. Dengan hasil panen yang sedemikian banyaknya, namun masih belum dapat memenuhi permintaan pasar. Tanpa harus mendistribusikan produk pertanian untuk dijual di pasar, Chin-yong kini hanya duduk manis sambil menunggu para tamu yang datang berkunjung.
"Awal mulanya saya hanya mengerti cocok tanam, tidak mengetahui bagaimana cara menjualnya. Sebegitu panen, tomat masuk ke pasar lelang dan diperas oleh berbagai pihak, sungguh memprihatinkan. Saat ini telah berubah-alih menjadi mode perkebunan agrowisata, selain menghemat banyak biaya seperti pemetikan, kemasan, distribusi maupun biaya komisi untuk pasar. Harga jual juga tidak perlu disesuaikan dengan fluktuasi harga pasar, produsen dan konsumen sama-sama diuntungkan, " ujar Peng Chin-yong dengan gembira.
Solusi Budidaya Tanaman Pot dan Rumah Kaca
Pemandangan asri nan indah perkebunan Chin Yong, dibangun dengan prinsip dasar “Produk berkualitas unggul dan pemasaran yang memuaskan”.
Guna menghasilkan tomat unggulan dan menuntaskan berbagai kendala seperti kualitas tanah, resiko penyakit dan serangan hama hingga pengaruh perubahan cuaca, Peng Chin-yong bahkan sempat menuntut ilmu di negeri Belanda.
Ia menyebutkan bahwa tanah untuk lahan tanam di Taiwan mengalami oksidasi dan pengerasan tanah yang dikategorikan parah. Tanah untuk lahan sama sekali tidak mengandung mikro bakteri yang diperlukan bagi pertumbuhan sayur dan buahbuahan. Ditambah lagi dengan masa bera (masa istirahat) untuk lahan sayur jenis terong-terongan, yang tidak boleh digarap secara berturutan dalam kurun waktu 2 tahun. Karena bagian akar tanaman tersebut akan meninggalkan bakteri bintil akar atau rizobia, yang dapat menyebabkan tanaman mati dengan cepat, tanpa dapat dibasmi dengan penyemprotan peptisida.
Berbekal ilmu yang diperoleh di Belanda, Peng Chin-yong menggunakan metode penanaman pot, keranjang atau metode tidak langsung ditanam di tanah. Bahan dasar tanah adalah tanah gambut yang diimpor dari Uni Eropa dipadu dengan serat kelapa dari Asia Tenggara. Sementara pergantian tanah untuk bercocok tanam harus dilakukan setiap tahunnya.
"Saya telah menjalani metode penanaman demikian selama 18 tahun berturut-turut. Setiap tahun dapat menghasilkan panen tomat yang berlimpah" tutur Peng Chin-yong.
Selain itu, budidaya rumah kaca juga menjadi salah satu faktor keberhasilan. "Industri pertanian Taiwan di masa mendatang secara perlahan akan mengarah kepada budidaya tanaman rumah kaca," kata Peng Chin-yong. Sebelumnya produk pertanian dapat digarap di lahan terbuka. Namun karena air hujan yang turun ke bumi mengandung zat asam, maka tanaman wajib disemprot dengan obat, jika tidak akan terjadi gagal panen.
Peng Chin-yong menjelaskan saat ini kadar keasaman hujan telah mencapai PH3~4. Chin-yong mengambil contoh tanaman jenis cabai (cabe) yang memiliki citarasa pedas, yang sebelumnya memiliki zat lilin di bagian permukaannya yang berfungsi sebagai pelindung. Tanpa harus menyemprotkan obat, juga tidak akan terjangkit penyakit. Namun kini lapisan pelindung alami yang dimiliki oleh paprika telah dirusak oleh asam hujan. Saat sinar matahari muncul selepas hujan, akan timbul penyakit bintik hitam pada bagian buah cabaiynya. Setelah hujan berhenti dan tidak segera melakukan penyemprotan obat, maka akan mengalami gagal panen.
Tomat sendiri memiliki penyakit embun tepung (powdery mildew), antraks dan serangan ulat pemakan daun dan batang tanaman (Spodoptera litura). Walaupun budidaya rumah kaca dapat mengurangi serangan hama hingga di bawah 5%, namun hal yang berbeda dengan penanaman tomat yang dilakukan pada umumnya adalah setiap 1 hingga 2 bulan harus melakukan pemangkasan total dan penanaman ulang dari proses awal setelah masa panen. Mode penanaman rumah kaca yang dikelola oleh Peng Chin-yong, cukup hanya dengan membalikkan cabang batang tanaman tomat agar dapat tumbuh menjalar lebih panjang. Dengan cara ini dapat memperpanjang masa panen hingga 9 bulan. Semakin lama proses penanaman semakin besar resiko untuk terserang hama penyakit. Jika telah memasuki kondisi yang dikategorikan parah, maka tetap harus menyemprotkan peptisida yang berkadar toksin rendah.
Peng Chin-yong menyebutkan hingga saat ini masih belum dapat menghasilkan produk yang 100% organik, hanya berhasil mencapai standar pemeriksaan dari Good Agriculutral Practice (GAP). “Terkadang hasil pemeriksaan menunjukkan angka nol, namun adakalanya juga terdeteksi berpenyakit. Jika terpaksa harus disemprot dengan obat, maka area lahan tersebut akan disegel dan penghentian pemetikan buah selama 7 hari, sehingga kualitas mutu panen tetap dapat terjaga”, ujarnya.
Bisa Menanam, Juga Harus Bisa Menjual
“Bagaimana caranya agar panen dapat berhasil, maka wajib mengetahui terlebih dulu cara penanamannya.” Jika petani hanya mengandalkan keuletan dalam bercocok tanam, belum tentu dapat menjamin hasil panennya terjual dengan harga yang baik.
Sebagai seorang istri yang baik, Huang Tzu-ting, senantiasa memberikan dukungan, dan turut merasakan perjuangan sang suami. “Pemasaran produk merupakan bagian yang penting. Jika produk yang dihasilkan tidak dapat dijual, maka semua kerja keras akan sia-sia!” ujarnya.
Selama 21 tahun, Peng Chin-yong, terobsesi untuk menjalankan budidaya tomat. Pada awalnya ia mengikuti mode pertanian umum, menjual hasil pertanian ke pasar lelang, pasar sayur dan buah, dipasarkan ke supermarket atau didistribusikan ke sekolah sebagai santapan makan siang bagi anak-anak.
Setiap hari Peng Chin-yong berburu waktu mengantarkan hasil panen tomatnya ke pasar sayur dan buah di Taichung, Toayuan, Hsinchu dan Taipei. “Penjual di pasar sayur dan buah menginginkan buah berukuran besar dan menolak produk yang berkualitas rendah. Sementara supermarket tidak menginginkan produk ukuran besar maupun kecil, namun meminta setiap buah tomat memiliki berat berkisaran 120 gram. Dan tomat yang berukuran lebih kecil diantar ke sekolah SMP dan SD untuk dijadikan santapan makan siang anak-anak.”
Mendapatkan tekanan dari sistem pasar, saat jumlah panen produk pertanian besar maka harga akan jatuh. Saat hasil panen produk pertanian sedikit, sekalipun harga di pasar tinggi, namun tidak tersedia produk yang dapat dijual. Sehingga sangat sulit untuk bisa mendapatkan keuntungan.
Menjalani sektor primer bidang pertanian selama 6 tahun, Peng Chin-yong mulai merancang cara pemasaran sendiri dengan mencoba mengoperasikan perkebunan wisata. Dari jumlah tamu pengunjung yang semula hanya berkisar 100 hingga 200 orang per hari, secara perlahan meningkat hingga mencapai 300 hingga 500 per orang per hari. Proporsi hasil tomat yang masuk ke pasar sayur dan buah dari semula berkisar antara 90% hingga 80%, lambat laun menurun menjadi 0. Semua ini dikarenakan tomat hasil perkebunan sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk bisnis perkebunan ‘Petik sendiri’.
Jumlah tamu pengunjung yang kini semakin banyak, membuat Peng Ching-yong sempat kewalahan. Perkebunan wisata beroperasi sejak pagi hari pukul 08.00, telah ramai dikunjungi oleh wisatawan layaknya keramaian dalam pasar. Bus pariwisata berlalu lalang menuju ke perkebunan tersebut. Pada hari libur, jumlah bus yang lalu lalang mampu mencapai rata-rata 50 hingga 60 bus per harinya.
Untuk menyusun agenda wisata kebun setengah hari, selain ada perkebunan petik sendiri, Peng Chin-yong dengan ramah hati menyediakan kegiatan membuat sendiri (DIY), seperti menumbuk mochi, membuat kue tradisional Tionghua Ang Ku Kue, minuman tradisional suku Hakka Lei Cha dan tanaman pot. Ragam kegiatan yang terbagi, sengaja dilakukan agar pengunjung tidak hanya terfokus pada kegiatan pemetikan buah saja.
Lembaran Sejarah Tomat Kuning
Saat menjalankan bisnis agrowisata, Peng Chin-yong menemukan selera konsumen terhadap buah tomat yang berlainan. Ada yang menyukai tomat manis, ada yang lebih suka dengan rasa asam. Ada yang memilih renyah, ada yang suka dengan tekstur daging lunak. Bagi ibu hamil perlu mengasup asam folat yang lebih banyak, sementara penderita diabetes mengkonsumsi kadar gula rendah. Jika hanya mengikuti permintaan konsumen tertentu saja, maka konsumen lainnya akan terabaikan.
Demi memenuhi permintaan konsumen yang berbeda, Peng Chin-yong secara terus menerus mengimpor bibit dari negara lain dan mencoba menanamnya di Taiwan. Upaya ini diawali dengan 6 jenis tomat, dan secara perlahan kini telah bertambah hingga mencapai 42 jenis tomat, layaknya sebuah perkebunan tomat perserikatan bangsa-bangsa.
Setiap jenis tomat memiliki keunikan cita rasanya. Misalnya tomat varietas black cherry berkulit tipis, bertekstur daging lembut, dan warna tomat akan semakin menghitam seiring dengan semakin dinginnya suhu di sekitarnya. Untuk varietas lady tomato, memiliki kadar kemanisan antara 12 hingga 13 brix. Varietas momotaro asal Jepang memiliki kandungan lycopene yang tinggi, kualitas daging buah yang manis dan banyak airnya. Tomat jenis Dutch T-bone adalah tomat yang renyah dan manis. Tomat jenis yellow pear berasal dari Eropa, kaya dengan kandungan vitamin C. Dapat terlihat rangkaian tomat yang tumbuh pada batang bagaikan buah anggur, dapat dipetik per tandan.
Salah satu varietas tomat kuning memiliki keunikan tersendiri dan mencatat lembaran sejarah tomat kuning di tahun 1999.
Bentuk tomat kuning keemasan sangat indah rupanya, namun rasanya tidak begitu manis, cocok bagi penderita diabetes. Pada awalnya buah ini tidak begitu diminati oleh masyarakat umum, namun berkat pemasaran melalui media televisi, penjualan buah tomat ini ‘meledak’, seketika berubah menjadi buah ajaib yang diminati.
Saat Peng Chin-yong diwawancarai oleh perusahaan televisi Gala (GTV), ia menyebutkan bahwa dirinya mengimpor bibit tomat kuning dan mencoba menanamnya selama 3 tahun. Tomat ini memiliki kandungan kadar gula yang rendah, sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Unit produksi acara televisi menjadikan bahan wawancara ini secara tertulis dalam naskah yang bertopik “Tomat bebas gula penurun berat badan”, serta melakukan kerjasama dengan perkebunan untuk melakukan ujicoba. Peng Chinyong menyediakan 10 kati tomat kuning untuk 10 orang. Para responden yang mengkonsumsi buah tomat tersebut selama 7 hari, rata-rata setiap orang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 3 hingga 5 kg. Dalam acara televisi juga menayangkan testimoni dari para responden yang turut berpartisipasi. Informasi tersebut sangat menggemparkan, tomat kuning keemasan ini menjadi obat pelangsing tub yang efektif. Pada masa puncaknya, di pasar lelang kota Taipei, satu kati buah tomat kuning dapat terjual hingga 1.000 dolar Taiwan.
Sebagian pedagang melihat keuntungan yang bisa diperoleh dari tomat kuning, ikut mengimpor jenis tomat kuning kecil dalam skala besar. Akan tetapi respon pasar ternyata tidak seperti yang diharapkan, harga pun turun drastis dan sungguh memprihatinkan.
Wajah Dokter Menghijau Kala Tomat Meranum
(Buah tomat yang merah meranum, baik untuk kesehatan manusia. Wajah dokter yang berkurang pasien ‘pelanggannya’, menjadi pucat pasi alias menghijau)
Peng Chin-yong dijuluki sebagai petani tomat yang berbakat.
Ia tidak hanya bisa bercocok tanam tomat, namun juga mengetahui banyak keunggulan buah tomat hingga cara mengasup gizi dari buah tomat. Ia membeberkan mengkonsumsi tomat dalam kondisi perut kosong akan sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Namun bagi penderita kelainan pada usus lambung, sebaiknya mengkonsumsi tomat setelah makan.
Lebih dari 40 jenis tomat, di antaranya tomat varietas momotaro (Lycopersicon esculentum) asal Jepang paling diminati oleh masyarakat. Selain rasanya yang lezat, juga dikarenakan bentuknya yang menyerupai buah apel merah meranum. Selain itu juga merupakan jenis tomat berkandungan lycopene tertinggi yang berfungsi sebagai antioksidan.
Bagaimana mengasup kandungan tomat atau zat lycopene, sebenarnya juga ada caranya. “Kandungan lycopene, selagi buah masih di atas pohon semakin merah maka semakin bagus”, tutur Peng Chin-yong. Makan buah tomat harus sekaligus dengan kulitnya, karena kandungan lycopene terbanyak ada pada lapisan putih tipis antara kulit dan daging tomat. Jika tomat diblender menjadi jus buah, disarankan agar tidak membuang ampasnya yang kaya akan gizi.
Zat lycopene saat mengalami pemanasan atau setelah ditambah dengan minyak maka akan lebih mudah diserap. Peng Chin-yong mengungkapkan, suhu derajat pemanasan paling baik berkisar antara 60 hingga 80℃. Suhu derajat ini dapat menjadikan zat lycopene semakin mudah untuk diserap, yang semula berkisar dari 60% meningkat hingga 80%. Penambahan bahan minyak akan membuat tomat yang berair berubah menjadi tomat sedikit berminyak, berfungsi memudahkan bulu halus pada usus untuk menyerapnya.
Warnai Hidup dengan Ragam Warna Tomat
Awalnya hanya mencoba untuk mencapai target bisnis, karena penjualan hasil perkebunan banyak bergantung pada iklim cuaca dan pasar, hingga tahun ini omzet tahunannya mampu mencapai 20 juta dolar Taiwan. Peng Chin-yong dengan berani mengungkapkan, "Pertanian saat ini perlu berintegrasi dengan produksi, ekosistem dan dipadukan dengan budaya industri. Jika ingin mendapatkan keuntungan, petani perlu menggerakkan organ bagian atas pundak dan bukan hanya mengandalkan organ bagian bawah pundak saja.”
“Menyantap tomat berwarna, hidup manusia akan penuh warna, bukankah ini merupakan hal yang menyenangkan?” kata Peng Chin-yong. Pada sektor tersier dalam produksi perlu memberikan kejutan untuk konsumen, membuat mereka merasa penasaran dan terharu. Untuk itu perlu untuk terus melakukan pembaharuan, perubahan dan inovasi, agar dirinya dapat terus melanjutkan peluncuran produk pertanian jenis baru dan mengembangkan produk olahan yang relevan di masa mendatang.
Berhasil menjalankan pemasaran secara tepat. Berawal dari kehidupan kelam seorang petani kecil, kini hidup Peng Chinyong berubah menjadi penuh warna.