Ingin Memahami Taiwan,Harus ke Filipina
“Penelitian meteorologi adalah seperti angkatan udara, penelitian guru Hsu Shu-kun adalah angkatan laut, dan saya adalah angkatan darat.” Dengan metafora sederhana ini Lee Yuan-hsi, professor jurusan Ilmu Bumi dan Lingkungan National Central University, menjelaskan penetapan pembagian tugas Program VOTE, lalu menceritakan daya tarik penelitiannya, “Saya sangat suka meneliti orogeni (mengacu pada gaya dan peristiwa yang mengarah ke deformasi struktural besar litosfer Bumi /kerak bumi karena interaksi antara lempeng-lempeng tektonik), seperti bagaimana terbentuknya gunung di Taiwan.”
Pembentukan pulau Taiwan adalah akibat dari pergerakan Lempeng Filipina dan Lempeng Eurasia yang saling bertabrakan, kapan awal terjadinya? Bagaimana pergerakan lempeng? Yang ingin diteliti semakin rinci Lee Yuan-hsi adalah proses seluruh evolusi. “Sebenarnya banyak perbedaan pendapat dari model pergerakan lempeng, jika tidak diuji, maka tidak akan pernah tahu kebenaran dari masing-masing teori.” Ini juga alasan ia bergabung dalam Program VOTE, mencari bukti dengan melakukan perjalanan ribuan kilometer ke Filipina, Jepang dan lainnya. “Jika bukti dari tiga tempat ini memperlihatkan hal yang sama, maka kemungkinan model tersebut benar sangat tinggi.”
Ia terlebih dulu membicarakan penelitian pulau Mindoro Filipina, mengungkapkan bahwa pulau terbesar ketujuh di Filipina ini ternyata memiliki kemiripan yang sulit untuk dipercaya, dari penelitian Lee Yuan-hsi ditemukan, pembentukan pulau Mindoro dan Taiwan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu pada 37 juta tahun yang lalu. Taiwan dan pulau Mindoro memiliki sejarah geologi yang serupa, ini juga yang menjadi alasan keduanya sangat mirip, ternyata kita adalah kakak beradik.
“Tahukah Anda, pesisir dan pegunungan Taiwan sebenarnya adalah bagian dari Busur Vulkanik Luzon?” Ia membeberkan model pergerakan lempeng, lihatlah bagaimana pergerakan masing-masing lempeng tektonik, sambil menjelaskan, “Taiwan, selain ada sebagian yang terbentuk karena orogeni sendiri, ada sebagian adalah berasal dari Busur Vulkanik Luzon. Sebagian dari pesisir dan pegunungan kita sebenarnya adalah bagian dari Busur Vulkanik Luzon, sehingga jika melakukan penelitian ke Filipina, selain dapat lebih memahami sejarah evolusi Busur Vulkanik Luzon, kita juga dapat semakin memahami pesisir dan pegunungan Taiwan.”
Dua petunjuk yang sering Lee Yuan-hsi kemukakan kepada murid-muridnya, “Ingin memahami Taiwan, kalau hanya dari memahami Taiwan saja maka tidak dapat secara menyeluruh. Anda harus ke Jepang dan Filipina.” Sebuah kalimat yang mengungkapkan prinsip dunia adalah satu keluarga.

Saat melakukan studi lapangan di Filipina, Lee Yuan –hsi sering merasakan kesamaan dan kedekatan geologi Taiwan dan Filipina. Gambar ini memperlihatkan kawasan pegunungan di timur laut Pulau Mindoro yang mirip dengan bagian timur Taiwan, jenis-jenis batuannya juga sangat mirip. (Foto: Lee Yuan-hsi)