Yayasan Tzu Chi cabang Filipina
Klinik Amal, Pantang Menyerah Hadapi Pasien Apapun
iba di Yayasan Tzu Chi cabang Filipina (The Tzu Chi Foundation Philippines) yang berlokasi di Distrik Sta. Mesa pada pagi subuh. Di luar Pusat Kesehatan Mata terlihat antrian panjang, Penanggung Jawab Pusat Kesehatan Mata Tzu Chi (Tzu Chi Eye Center), Dr. Alfredo Li berada di tengah antrian memberikan penjelasan layanan klinis, “Banyak warga telah datang mengantri sejak pukul 5 pagi, hari ini kurang lebih ada 200 orang lebih.”
Para relawan berbincang-bincang dengan kami mengenai masa-masa awal Tzu Chi di Filipina. Kepala pelaksana yayasan yang pertama ingin memberikan pelayanan medis, ibu dari Dr. Josefino C. Qua yang adalah anggota Tzu Chi mengangkat tangan dan mengatakan bahwa anaknya adalah seorang dokter, Dr. Josefino C. Qua yang sedang beristirahat di samping langsung menyeletuk dan mengatakan, “Begitulah ibu saya menyumbangkan diri saya pada Tzu Chi.”
Ia dengan santai bercerita kisah praktek kliniknya, pada masa-masa awal sangat sulit, harus meminjam ruangan kelas di sekolah sebagai ruang praktek klinik amal, meja kerja dijadikan meja operasi, dengan lampu bohlam sebagai sumber penerangan operasi.
Klinik amal Tzu Chi di Filipina dimulai pada tahun 1995, dan berlangsung dengan sukses, hal ini membuat Ketua Pelaksana Yayasan Medikal Budha Tzu Chi (Buddhist Tzu Chi Medical Foundation) Lin Chin-lon penasaran, untuk itu secara khusus melakukan inspeksi ke Filipina, “Sangat sulit, tetapi keberhasilan mereka sangat baik.”
Dalam praktek amal di Filipina, kami selalu melihat kasus-kasus yang sangat luar biasa, Dr. Josefino C. Qua menjelaskan, di Filipina, karena tidak ada uang untuk berobat ke dokter, sering kali penyakit ringan tertunda hingga menjadi parah, oleh karena itu setiap kali turun ke pedesaan, para dokter relawan berupaya mengobati sebanyak mungkin, bukan karena berlomba, melainkan tidak ingin mengecewakan pasien, tidak ingin pasien meninggal karena tidak mendapat kesempatan berobat.
Pendiri Yayasan Tzu Chi, Master Chen Yen bersedia memberkati perencanaan Pusat Tzu Chi Filipina untuk membangun rumah sakit baru pada 1 Oktober 2023, para relawan dengan gembira menyampaikan kabar baik ini pada kami.
Sebenarnya rencana membangun rumah sakit sudah ada sejak beberapa tahun lalu, di atas kartu nama Dr. Josefino C. Qua bertuliskan MD, MBA, dan MHM, ia menjelaskan bahwa MD adalah Doctor of Medicine, MBA adalah Business Management dan MHM adalah manajemen medis, sepertinya sudah menjadi takdir, ia sudah sejak awal mempersiapkan masa ini. Di usia yang ke-70, ia memimpin timnya untuk terus berupaya membangun sebuah rumah sakit baru.
Masih banyak kisah yang terakumulasi selama 28 tahun, kami hanya bisa menekan tombol berhenti sementara, menanti hingga rumah sakit selesai dibangun baru kami akan datang kembali ke Filipina untuk mendengarkan kisah selanjutnya.

Para dokter dalam situasi sulit memberikan layanan klinik, tanpa membedakan dokter atau perawat, semua berupaya agar pasien tidak kehilangan kesempatan untuk diobati. (Foto: Dr. Josefino C. Qua)

Pusat Kesehatan Mata menyediakan pelayanan gratis selama 17 tahun, memberikan perawatan medis yang paling profesional agar warga yang menderita penyakit dapat kembali melihat cahaya.