Ratusan Pilihan Vegetarian
Philipopeye yang bekerja di industri katering mengatakan terus terang, meskipun komunitas vegetarian Taiwan masih memiliki potensi untuk berkembang, tetapi pengaruh dari pandemi Covid-19 terhadap industri makanan sangat besar, epidemi menghentikan sementara makan di tempat, banyak restoran vegetarian besar dengan kapasitas tempat duduk banyak terpaksa mengumumkan penghentian operasi karena tidak mampu menghadapi biaya SDM yang tinggi.
Pasar-pasar yang dilepaskan ini menyebar satu per satu. Selain restoran vegetarian kecil bermekaran di mana-mana, seperti Yang Shin Group yang meneruskan kesuksesan dari dimsum vegetarian Yang Shin, dengan inovasi mengagumkan, kemampuan penelitian dan pengembangan untuk memelopori restoran vegetarian ala Korea, Yache dan Jiangshu-Zhejiang Cuisine, menjadikan restoran yang populer.
Secara keseluruhan dapat dikatakan, batasan antara restoran vegetarian dan non vegetarian sudah tidak terpisah dengan jelas lagi seperti dulu.
International Vegan Industry Promotion Association IVIPA menggelar “Pameran Industri Vegetarian Internasional Taipei” setiap tahun sejak tahun 2005, Selaku Direktur Utama IVIPA, Philipopeye mengamati, “produk makanan non vegetarian terus mengeluarkan produk baru, begitu pula dengan vegetarian.” Camilan vegetarian tempe dan kulit tahu menjadi pilihan baru populer pada akhir-akhir ini.
Selain itu, produk vegetarian juga banyak tersedia di supermarket Taiwan sebelum dan pasca epidemi. Goodie Vegie Taichung memperluas pasarnya ke utara, mendirikan Noemi di Taipei, CEF di distrik Zhonghe, New Taipei, juga ada “VES Supermarket” di Tainan dan lainnya, semua adalah miliknya.
Supermarket-supermarket ini telah menyapu nuansa religius yang kental di masa lalu, selain produk lokal Taiwan, dalam toko juga tersedia produk impor, suasana yang menyegarkan, menyenangan bahkan modis. Meskipun jumlah barang di toko ini masih jauh jika dibandingkan dengan jaringan supermarket tradisional, tetapi tidak perlu diragukan, jumlah dasar pelanggan vegetarian Taiwan telah mencapai tingkat stabil, dengan kematangan serta keragaman produk vegetarian dan produk olahannya.
Sejalan dengan ini, masih ada berbagai jenis bazar jangka pendek. Dari pelopor paling awal pada tahun 2015, Vegan Frenzy dengan penekanan “tanpa daging” dan tanpa plastik, konsep berkesinambungan dipadukan dengan pasar tanpa daging dipelopori tahun 2019; serta banyak pasar malam vegetarian kecil berkeliling ke pelosok Taiwan.
Fenomena ini semua mencerminkan apa yang ditekankan Chang You-chang, Taiwan sendiri adalah tempat beragam budaya kuliner. Sejak awal produk makanan vegetarian olahan Taiwan berupa tiruan daging ayam vegetarian, tiruan daging bebek vegetarian dan lainnya, pada pasar makanan dan minuman juga ada masakan kaiseki Jepang, yang dikenal karena penggunaan bahan-bahan makanan vegetarian. Dengan memanfaatkan kemampuan inovasi dan perpaduan budaya makanan dan minuman Taiwan, agar budaya vegetarian menjadi makmur dan beragam.
Dari beragam jenis sumber makanan asli hingga berbagai macam bahan makanan bionik, dari kedai makanan kecil pinggir jalan hingga restoran kelas atas, dari masakan ala Asia, barat hingga eksotik, semua ada di Taiwan, membuat para vegetarian yang hidup di Taiwan merasa bangga. Mereka sering mengatakan: Di Taiwan, makan vegetarian sangat leluasa, bahkan menyebutnya sebagai surga vegetarian, mereka juga mengundang lebih banyak orang untuk datang merasakan sendiri.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Beberapa tahun terakhir bermunculan supermarket vegetarian di Taiwan, dengan produk beragam, gaya toko yang menyegarkan dan modis.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Beragam bentuk pola makan vegetarian Taiwan, gambar menunjukkan salah satu bazar vegetarian: No Meat. (Foto: Jimmy Lin)