Taiwan Panorama edisi khusus bahasa negara-negara Asia Tenggara (Indonesia, Thailand dan Vietnam) yang terbit secara dwibulanan, telah mendapatkan banyak perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, serta pengakuan dan sambutan yang hangat.
Taiwan Panorama edisi ke-35, Agustus 2021 dengan tema utama “Museum Taiwan” terdiri dari 4 artikel yaitu, “Di Lereng Gunung Jiujiu - Museum Seni Yu-Hsiu”, “Filosofi Hidup di Kaki Gunung - Proyek Rehabilitasi 100 Tahun CMP Village”, “Perjalanan Fantastik - Museum Seribu Benih Tanaman” dan “Koleksi Alam Semesta - Museum Budaya Hutan Sazasa” yang akan mengajak pembaca ke alam natural dari sudut pandang estetika arsitektur Taiwan, ekologis berkesinambungan, penyimpanan benih dan budaya suku adat asli, agar teman-teman Asia Tenggara dapat mengenal dan menemukan keindahan Taiwan.
Rubrik “Mengenal Taiwan” secara khusus memperkenalkan “Festival Musim Gugur Chishang” Taitung, musisi yang memainkan piano di tengah sawah dengan padi berwarna keemasan, semilir angin sepoi-sepoi, seiring dengan suara piano yang menggema merdu di antara lembah. Bagi penduduk setempat, ini bukan hanya sebuah festival, melainkan sebuah perayaan tahunan meriah yang mengerahkan semua anggota masyarakat, dan menjadi pertemuan yang indah antara penduduk lokal Chishang dengan wisatawan asing.
Selain itu, dalam rubrik “Khusus Asia Tenggara” kali ini kami mengangkat tema “Limbah Menjelma Jadi Ratna - Made Pemahat Kayu Dari Ubud Bali”, di mana Made Sukariawan yang pada usia delapan sudah mulai belajar memahat kayu, mendeskripsikan makna memahat kayu bagi dirinya dan bagaimana ia mengenal sampai akhirnya mengakar di Taiwan, dari mengajar memahat kayu, menggelar pameran, berjualan di bazar dan lainnya sebagai proses mewujudkan ide-ide kreatif impian.
Taiwan Panorama edisi bahasa-bahasa Asia Tenggara akan terus berperan sebagai media pertukaran informasi dan budaya antara Taiwan dengan Asia Tenggara, membangun jembatan persahabatan yang paling menguntungkan demi kesejahteraan bersama.