Pendidikan Masyarakat Adat
Pada tahun 2022, Daya Dakasi mengundang Pilin Yapu untuk melakukan inspeksi ke Ifugao, ia adalah kepala sekolah eksperimen penduduk asli —— Sekolah Dasar P’uma di Taichung, yang juga membidani pendidikan eksperimen penduduk asli Taiwan.
Ia mengatakan, “Taiwan memiliki pemerintahan yang menerapkan kebijakan bagi penduduk asli, sedangkan kemampuan lokal Filipina kebanyakan terkonsentrasi di universitas.” Mungkin karena besarnya ragam kelompok etnis lokal Filipina sehingga tidak memungkinkan untuk mengembangkan kurikulum tiap-tiap kelompok etnis, tetapi dengan memanfaatkan universitas lokal dalam mengembangkan bahan ajar menjadi modul dan metode pengajaran, mengundang orang-orang dari masing-masing kelompok etnis untuk belajar. Metode ini menunjukkan vitalitas pengembangan otonom di universitas dan keragaman saluran pelatihan pengajar, Pilin Yapu melihatnya sebagai keunggulan yang dapat dijadikan referensi dalam pembinaan guru di Taiwan.
Sedangkan di Taiwan, di mana Undang-Undang Pendidikan bagi Penduduk Asli diberlakukan, setiap suku dapat mengembangkan kurikulum khusus bagi suku mereka sendiri. Sebagai contohnya suku atayal, Pilin Yapu melalui konsultasi mengenai nilai inti pendidikan budaya suku Atayal dengan para sesepuh, dan menyimpulkan “Atayal na balay Kinya lyutu na Atayan” (menjadi manusia sejati, memiliki jiwa seorang Atayal), dengan berpusat pada ajaran leluhur suku Atayal GAGA, terbagi menjadi 7 arahan besar, 26 tema, 338 unit, dengan total 2.560 bab. Pengalaman seperti ini dibawanya ke Filipina untuk dibagikan membuat penduduk lokal setempat takjub.
Menilik dari konten bahan ajar, kepala sekolah menunjukkan, bahan ajar lokal Ifugao berfokus pada pewarisan budaya dan pewarisan keterampilan, sedangan konten pelajaran Taiwan lebih bersifat menyeluruh, mulai dari semangat suku Atayal, kosmologi, filsafat, ritual musiman hingga ke sejarah komunitas, organisasi sosial, lagu rakyat, sejarah migrasi dan lainnya, “Kami lebih komprehensif.”

Pilin Yupa (kiri) diundang ke Ifugao, Filipina untuk berbagi pengalaman pendidikan penduduk asli Taiwan. (Foto: Daya Dakasi)

Pilin Yapu menyampaikan, jalur pendidikan etnis lokal Ifugao lebih bergantung pada para aktifivis, khususnya kemampuan universitas setempat. (Foto: Pilin Yapu)