Lanskap Bambu, Berdialog dengan Alam di Puncak Gunung
“Taman Hutan Rekreasi Bambu”, ruang terapi hutan di sisi selatan “Lima Yuan Dua Jiao”, terbagi menjadi area umum dan area tenang dengan gangguan yang minim. Tempat ini menawarkan pengalaman terapi hutan yang beragam. Wisatawan dapat memindai QR Code dengan LINE@ untuk memulai perjalanan penyembuhan mereka.
“Mempertimbangkan medan pegunungan, lanskap bambu di punggung bukit harus tahan terhadap tekanan angin, menciptakan dialog dengan lingkungan di puncak gunung. Pengunjung dapat membenamkan diri, duduk atau berbaring, menikmati pemandangan alam dengan postur tubuh berbeda,” kata Peter Kan, arsitek D.Z. Architects & Associates, sembari menerangkan konsep perencanaannya.
“Jing Zuo” di area umum terletak tidak jauh dari pintu masuk Lima Yuan Dua Jiao, merupakan pintu gerbang pertama menuju ketenangan, meninggalkan hiruk pikuk keramaian. Anggota tim desain, Hill Yeh dari Protoplain Architects, menggunakan bambu moso yang tebal sebagai balok melengkung dan bambu Phyllostachys makinoi yang lurus sebagai kerangka untuk membangun kanopi bambu semi-tertutup. Fondasinya hanya menggunakan sedikit semen, dan terdapat deretan kursi batu di dalamnya. Pengunjung dapat duduk di bangku batu, dengan pandangan mengarah ke pemandangan pucuk bambu, langit, dan bayangan cahaya, secara alami mengalihkan perhatian mereka ke alam semesta.
Di sore yang hening, terapis hutan mengetuk mangkuk nyanyian cakra. Suara mangkuk yang dalam dan panjang meredakan ketegangan tubuh, dan pengunjung yang merasakan terapi hutan pun menghela napas lega.
Jalan setapak di hutan bambu dipenuhi dengan daun bambu yang berguguran, membentuk jalan setapak yang lembut dan elastis. Suara gemerisik saat berjalan di atasnya seperti mendesak orang untuk lebih lambat, lebih lambat, dan lebih lambat lagi.
Terletak di antara hutan Cunninghamia lanceolata, “Paviliun Berbisik” adalah area yang dapat menampung banyak orang untuk duduk dan berbaring. “Pengunjung di gunung biasanya hanya berjalan atau duduk untuk beristirahat, dan jarang memiliki pengalaman berbaring. Kursi setengah berbaring ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada semua orang untuk merasakannya,” kata Peter Kan.

Pemerintah Kabupaten Yunlin membangun basis terapi hutan pertama di Taiwan yang bertemakan bambu di Shibi, Caoling.