Putri Tidur Di Balik Dinding Tirai Kaca: Kikumoto
Sakaechō yang digambarkan oleh Akru adalah area tempat Hengyang Road, Baoqing Road, Xiushan Street, Bo’ai Road, dan Yanping South Road sekarang berada. Jalanan di sini sekarang masih kaya akan peninggalan arsitektur dari era Jepang.
Yang paling disayangkan di antaranya adalah bangunan tujuh lantai Kikumoto Department Store yang dijuluki “Seven Heavens (Tujuh Surga)”. Kikumoto Department Store, sebagai bangunan beton bertulang tertua di Taiwan, tidak tergoyahkan oleh guncangan banyak gempa bumi sejak selesai dibangun pada tahun 1932, bangunan tua ini ditetapkan sebagai bangunan bersejarah pada tahun 2017. Namun, perubahan kepemilikan yang terjadi secara berturut-turut menyebabkan bangunan ini mengalami berkali-kali renovasi dan perubahan tampilan, dengan fitur arsitektur aslinya kini diselimuti oleh dinding tirai kaca, yang dilukiskan profesor arsitektur Janus Kuo sebagai “Putri Tidur dalam Peti Mati Kaca”.
Pakar warisan arsitektur Ling Tzung-kuei membawa kita menelusuri kembali sejarah perkembangan industri department store: Revolusi Industri pada abad ke-18 menyebabkan percepatan produksi beragam barang dalam jumlah besar, secara total mengubah pola konsumsi manusia, orang-orang kaya mulai mengejar pengalaman berbelanja yang baru. Bahkan pada masa itu, tiap-tiap negara menggelar pameran besar untuk memamerkan produk-produk baru.
Seiring dengan pembangunan yang terus berlanjut di bawah kekuasaan Jepang pada tahun 1930-an, toko-toko yang khusus menjual barang-barang impor Barat bermunculan di berbagai wilayah Taiwan, dan yang berukuran lebih besar atau memiliki jumlah booth dengan skala tertentu akan disebut sebagai department store. Pada zaman itu, ada tiga department store paling terkenal: Kikumoto di Taipei, Hayashi di Tainan, dan Yoshii di Kaohsiung (yang gedungnya kini telah dihancurkan).
Sama halnya dengan di Jepang, banyak pengusaha department store di Taiwan berasal dari industri garmen. Eiji Shigeta, seorang pedagang pakaian tradisional Jepang dari Prefektur Yamaguchi, awalnya membuka sebuah toserba di Dadaocheng, Taipei. Karena bisnisnya cukup sukses, ia akhirnya membangun sebuah gedung di Sakaechō dan mendirikan “department store pertama di Taiwan” yaitu Kikumoto.
Desain gedung Kikumoto Department Store dirancang oleh insinyur sipil Jepang Chouichi Furukawa, yang menjabat sebagai kepala departemen arsitektur di Taiwan Land and Building Company. Mengingat bahwa Taiwan memiliki sinar matahari yang terik dan curah hujan yang melimpah, desain trotoar tertutup diadopsi untuk memberikan perlindungan dari keduanya. Ling Tzung-kuei, yang pernah menjelajahi bagian dalam bangunan, mengatakan bahwa bangunan tersebut mempertahankan bentuk aslinya dengan lebar yang semakin mengecil dari lantai lima hingga lantai tujuh. Desain struktural ini berdasarkan Resolusi Zonasi New York tahun 1916, agar lebih banyak sinar matahari dapat mencapai jalan-jalan di bawahnya dan untuk mengurangi rasa tertekan yang disebabkan oleh bangunan-bangunan besar, regulasi tersebut mengharuskan gedung pencakar langit memiliki lantai atas dengan lebar yang lebih kecil.

Dijuluki “Seven Heavens (Tujuh Surga)”, Kikumoto adalah department store pertama di Taiwan. (Dilukis oleh Cheng Pei-che)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Baru-baru ini, reproduksi foto skala besar dari fasad asli Kikumoto telah dipasang di dinding tirai gedung bekasnya, dan ada berita bahwa proyek renovasi besar akan mengembalikan situs tersebut ke kejayaannya sebelumnya.