Jembatan Xiluo
Warisan dan Gaya Kontemporer
Penulis‧Mei Kuo Foto‧Lin Ming-hsuan Penerjemah‧Farini Anwar
April 2026
Jembatan Xiluo dulunya adalah jembatan terpanjang di Asia Timur. Dibuka pada tahun 1953, jembatan ini menghubungkan jalan raya dan ekonomi Taiwan di bagian barat, juga merupakan titik awal bagi masyarakat Xiluo untuk mewujudkan impian mereka di Taiwan utara. Sekarang jembatan ini telah berubah menjadi jembatan budaya dan wisata, dan didaftarkan sebagai situs bersejarah oleh Kabupaten Changhua dan Yunlin. Jembatan dengan 31 lengkungan baja membentuk terowongan ini, mengiringi perayaan festival budaya dan pameran seni, meneruskan sejarah kejayaannya.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Jembatan Xiluo dengan panjang 1.939 meter, merupakan jembatan terpanjang kedua di dunia pada saat dibuka tahun 1953.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Saat baru dibuka, Jembatan Xiluo dilengkapi dengan jalur kereta api, merupakan jembatan gabungan kereta gula dan mobil. (Foto: Administrasi Arsip Nasional, NDC)
Sebelum Jembatan Dibangun
“Panjang sekali jembatannya!”, “Akan sampai (Xiluo) setelah melalui 31 lengkungan!” Jembatan Xiluo (atau Jembatan Xiluo Lama) adalah jembatan jalan raya pertama yang menyeberangi Sungai Zhuoshui yang terpanjang di Taiwan, dan yang paling memberikan kesan mendalam beberapa tahun terakhir ini adalah pemandangan spektakuler puluhan ribu peziarah mengiringi tandu Dewi Mazu, menunjukkan kekuatan iman para penganutnya.
“Sebelum Jembatan Xiluo dibangun, Mazu harus menggunakan kapal feri melewati Sungai Zhuoshui.” Direktur Kuil Gongtian, Chen Chun-fa mendeskripsikan Prosesi Ziarah Mazu di masa lalu. Ia mengatakan, masyarakat pada umumnya belum makmur di masa itu, sehingga peziarah hanya berkisar puluhan hingga seratusan orang saja, karena harus menyiapkan uang yang mencukupi untuk pulang pergi naik kapal. Suatu ketika, para pemilik kapal bergabung bersama menaikkan tarif kapal, hal ini sangat menyusahkan mereka, bagaimana dengan perjalanan pulang nanti?
Chen mengatakan, tak disangka, tanpa pemberitahuan, Mazu masuk ke sungai untuk “menyeberangi sungai”. “Keajaiban” ini membuat para pemilik kapal terkejut dan akhirnya tidak menaikkan tarif kapal, dengan demikian masalah transportasi peziarah dapat teratasi, dan peristiwa ini juga menyebar menjadi legenda.
Setelah Jembatan Xiluo dibangun, juga ada beberapa kali catatan di mana Prosesi Ziarah Mazu dilakukan tanpa melalui jembatan. Pada tahun 1978 dan 2001, Mazu menyeberang dengan masuk ke sungai. Jalur prosesi ziarah yang langka ini, malah menjadi pengalaman yang ditunggu-tunggu oleh peziarah modern.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Kuil Fusing Xiluo menggelar “Maraton Pemberkatan Taiping Mazu”, jalur lari mencakup Jembatan Xiluo. (Foto: Kuil Fusing Xiluo)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Plakat pada kerangka baja Jembatan Xiluo, memperingati bantuan dana Amerika Serikat dalam pembangunan jembatan.
Jembatan Xiluo Titik Awal Wujudkan Impian
Sungai Zhuoshui adalah pembatas air penting bagian tengah dan barat Pulau Taiwan, kawasan hilir aliran sungai membentuk batas alami wilayah antara Changhua dan Yunlin. Sungai ini juga membagi jaringan transportasi antara utara dan selatan di bagian barat Taiwan, di mana masyarakat menyebutnya dengan “pelabuhan atas” dan “pelabuhan bawah” yang dipisahkan oleh Sungai Zhuoshui.
Direktur Yayasan Kebudayaan dan Pendidikan Louyoung (Louyoung Cultural and Educational Foundation/LCEF), Louise Ho mengatakan, pada masa awal, warga Xiluo kebanyakan pergi ke wilayah selatan untuk bekerja atau sekolah, karena untuk ke utara, mereka harus naik kapal atau mengarungi sungai. Kesulitan tambahan untuk perjalanan ke utara membuat hanya sedikit orang mencari keberuntungan di bagian utara Taiwan, dan “menuju ke utara dengan menyeberangi Sungai Zhuozhui melambangkan semangat berpetualang mengambil risiko dan berjuang.” Untuk itu, setelah Jembatan Xiluo dibuka, pemandangan lengkungan-lengkungan besi yang berlalu di luar jendela yang terlihat oleh penumpang kendaraan yang melintasi jembatan menuju ke utara, layaknya titik awal dari sebuah impian bagi setiap penumpang, memberikan harapan bagi orang-orang.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Kepala Pengelola Sungai Cabang Keempat Badan Sumber Daya Air, Lee Youe-ping membangun ruang ramah air di dataran tinggi Sungai Zhuoshui di bawah Jembatan Xiluo. (Foto: Mei Kuo)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Pengelola Sungai Cabang Keempat Badan Sumber Daya Air (Water Resources Agency/WRA) melaksanakan proyek mempercantik dataran tinggi Sungai Zhoushui di bawah Jembatan Xiluo. (Foto: Pengelola Sungai Cabang Keempat WRA)
“Kerja Keras” Sejarah Pembangunan Jembatan
Jembatan Xiluo dibuka tahun 1953, tetapi dalam pembangunannya mengalami berbagai lika-liku. Peneliti dari Administrasi Arsip Nasional (National Archives Administration/NAA) di bawah Dewan Pembangunan Nasional (National Development Council/NDC), Hsu Feng-yuan mengatakan, jalur kereta api Taiwan yang dibuka pada tahun 1908, merupakan jalur transportasi utama selatan dan utara pada era kolonial Jepang, sementara terputusnya jalan raya di hilir Sungai Zhuoshui membuat pelaku perjalanan dan pedagang yang ingin menyeberangi Sungai Zhuozhui harus beralih naik kereta atau naik rakit bambu, cukup merepotkan.
Namun pada masa itu, untuk membangun jembatan jalan raya sepanjang dua kilometer saja sudah merupakan hal yang sangat sulit, di mana teknologi konstruksi, dana dan sumber bahan bangunan semuanya menjadi tantangan. Pada tahun 1937, pemerintah kolonial Jepang di Taiwan memutuskan untuk membangun “Jembatan untuk pejalan kaki Sungai Zhuoshui”. Saat tiang beton jembatan selesai dibangun pada tahun 1941, pembangunan jembatan tertunda karena Jepang melancarkan perang Asia Pasifik, dan terus tertunda usai perang karena kekurangan bahan baja, pecahnya perang saudara antara Partai Kuomintang dan Partai Komunis, serta Peristiwa 228.
Ketika Perang Korea pecah pada tahun 1950, Amerika Serikat menyadari posisi penting Taiwan di Benua Asia. Melalui komunikasi panjang dengan berbagai lembaga pemerintah, Li Ying-tang yang pada masa itu adalah Wali Kota Xiluo, akhirnya berhasil mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat sehingga pembangunan Jembatan Xiluo dapat dilanjutkan. Jembatan dengan panjang 1.939 meter dan lebar 7,32 meter ini dibuka pada tahun 1953, mengadopsi desain kerangka Warren dengan tiang beton penyangga, kerangka baja dengan 31 lengkungan, menjadi jembatan terpanjang kedua setelah Golden Gate San Francisco di Amerika Serikat pada masa itu, juga adalah jembatan terpanjang di Asia Timur.
Kedua sisi selatan dan utara jembatan menghubungkan Kota Xiluo, Kabupaten Yunlin dan Desa Xizhou, Kabupaten Changhua, lengkungan baja ke-16 adalah batasan antara Changhua dan Yunlin. Sebuah plakat di ujung jembatan yang didedikasikan untuk “Kerja Sama Republik Tiongkok-Amerika Serikat” dengan menampilkan elemen bendera Republik Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang, menjadi saksi “kerja keras” dalam pembangunan jembatan ini.
“Pembukaan Jembatan Xiluo merupakan hal besar bagi seluruh Taiwan.” Louise Ho mengatakan, perayaan pembukaan berlangsung selama tiga hari tiga malam, lebih dari 30 ribu tamu undangan yang datang. Jembatan yang dapat dilewati oleh truk dan kereta api Taiwan Sugar Corporation menjadi pemandangan yang menakjubkan pada masa itu, dan berjalan melintasi Jembatan Xiluo menjadi salah satu rute wisata yang populer bagi siswa sekolah dasar pada waktu itu.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Yayasan Kebudayaan dan Pendidikan Louyoung (LCEF) menggelar pameran seni di atas Jembatan Xiluo. (Foto: LCEF)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Direktur Yayasan Kebudayaan dan Pendidikan Louyoung (LCEF), Louise Ho memperlihatkan foto upacara peringatan pembukaan Jembatan Xiluo, yang dihadiri lebih dari 400 tamu undangan. (Foto: Mei Kuo)
Berfungsi Sebagai Transportasi, Ekonomi dan Pertahanan Negara
Jembatan Xiluo yang menghubungkan jaringan transportasi Taiwan bagian barat, selain berfungsi sebagai transportasi, juga memiliki kepentingan strategis militer. Hsu Feng-yuan mengatakan, pada saat itu, jalur transportasi di bagian barat Taiwan adalah jalur kereta api, dan Jembatan Xiluo memiliki fungsi pertahanan negara sebagai jalur persiapan alternatif dari selatan ke utara. Jembatan dicat dengan warna pelindung yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar, dari awalnya berwarna abu-abu diubah menjadi warna hijau semangka, dan akhirnya berubah menjadi warna merah cerah setelah melepaskan tugas pertahanan negara. Jembatan ini memiliki banyak tugas penting, maka gambarnya diabadikan di perangko, meterai, lotre, dan lembaran uang kertas.
Jalan Tol Sun Yat-sen dibuka sepenuhnya pada tahun 1978 dengan Jembatan Xizhou (juga dikenal dengan sebutan Jembatan Xiluo Baru) dan jembatan lainnya yang selesai dibangun, menggantikan fungsi Jembatan Xiluo dan membuat pemerintah berencana merobohkannya. Berkat upaya dan gerakan melindungi jembatan dari penduduk setempat bersama LCEF, Jembatan Xiluo berhasil dilestarikan. Pada tahun 2012, jembatan ini terpilih oleh pencinta jalan raya sebagai yang pertama dari delapan pemandangan jalan raya, menjadikannya sebagai objek wisata terkenal di Xiluo. Mempertimbangkan keamanan dari fondasinya, Pemerintah Kabupaten Yunlin dan Changhua mengeluarkan larangan mobil barang melewati jembatan, hanya kendaraan kecil dan kereta api lokal yang diperkenankan melintasinya.
Totem Warga Xiluo
“Bagi warga Xiluo, Jembatan Xiluo merupakan totem kampung halaman mereka, kami berharap dapat terus mempertahankan makna generasi dan menghubungkannya dengan budaya setempat, agar jembatan ini dapat bertahan,” demikian tutur Louise Ho.
Pada tahun 2001 dan 2005, Kabupaten Yunlin dan Changhua masing-masing menetapkan Jembatan Xiluo sebagai situs bersejarah, dan pada pemugaran secara besar-besaran pada tahun 2014, LCEF mentransformasi limbah kerangka baja tua menjadi karya seni publik dan membangun ruang terbuka di tanah kosong pada ujung jembatan. Paku keling tua juga diubah menjadi karya seni kreatif, sehingga dapat terus mengenang masa kejayaan jembatan ini.
Berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Yunlin dan LCEF, Jembatan Xiluo kerap diubah menjadi panggung tari dan galeri seni, termasuk untuk Festival Budaya Jembatan Xiluo yang memfitur kelompok seni pertunjukan tradisional, dan pameran seni ukir patung yang digelar oleh LCEF. Sungai Zhuoshui, sungai terpanjang di Taiwan, mengalir di bawah jembatan, kerangka baja dengan ukiran patung di atas jembatan berpadukan cakrawala matahari terbenam, menghadirkan panorama layaknya sebuah lukisan indah.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Banyak rumah peninggalan Dinasti Qing dan era kolonial Jepang ditemukan di Jalan Tua Yanping, menceritakan sejarah arsitektur Xiluo.
Objek Wisata Jembatan Berpadu Jalan Tua
Kepala Divisi Ekonomi Pertanian Balai Kota Xiluo, Chen Shu-yen mengatakan, Xiluo adalah kota dengan kuil Mazu terbanyak kedua setelah Kota Beigang di Kabupaten Yunlin. Bagi peziarah, melintasi Jembatan Xiluo menandakan sudah mendekati tujuan akhir mereka. “Jembatan Xiluo merupakan tonggak penting jalur ziarah Mazu.” Beberapa tahun belakangan ini, Kuil Fusing menyelenggarakan Maraton Pemberkatan Mazu Taiping, mengajak para peserta untuk melintasi Jembatan Xiluo. Jembatan Xiluo yang berada di Rute Bersepeda Taiwan No.1, dan mengayuh sepeda melewati jembatan melambangkan sudah mengayuh setengah perjalanan keliling Taiwan. “Tiba di Jembatan Xiluo menyimpan banyak makna penting dalam perjalanan hidup seseorang.”
Dibukanya Jembatan Xiluo menjadikan Xiluo sebagai pusat bisnis yang berkembang paling awal dalam sejarah perkembangan Yunlin. Kawasan bisnis Jalan Tua Yanping yang berada 200 meter dari jembatan menyimpan banyak bangunan kuno nostalgia, dan juga ada beberapa bangunan yang terkenal seperti Pusat Kebudayaan Jalan Tua Xiluo, Pasar Timur, pabrik wisata Kecap Wuan Chuang, toko tua yang menjual mochi, maltosa dan lainnya. Wisatawan dapat berjalan santai di jalan tua Xiluo pada hari biasa, dan dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan kota kecil ini.
Pada ujung Jembatan Xiluo di Xizhou terdapat plakat yang terukirkan puisi dari penyair Wu Sheng untuk merayakan ulang tahun ke-60 pembukaan jembatan: “Pertemuan di atas Jembatan: Berpegangan tangan mendengarkan suara air (Sungai Zhuoshui)… bersama melindungi,” menceritakan kebersamaan hidup dan saling bergantungan satu sama lain dari jembatan dan sungai.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Toko kelontong tradisional hingga berbagai macam produk kreatif tersedia di Pasar Xiluo, merupakan tempat yang cocok untuk mencari harta karun.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Kecap produksi Xiluo terkenal luas. (Foto: Kent Chuang)
Gaya Kontemporer Jembatan dan Sungai
Pada tahun-tahun awal, kawasan gosong pasir di dasar Sungai Zhuoshui yang dilintasi Jembatan Xiluo pada musim kemarau, rentan menjadi awan debu ketika angin monsun timur laut atau angin barat daya bertiup kuat. Beberapa tahun terakhir ini, Pengelola Sungai Cabang Keempat Badan Sumber Daya Air (Water Resources Agency/WRA) menerapkan langkah-langkah mencegah debu pasir Sungai Zhuoshui, sehingga penduduk setempat tidak lagi “makan nasi bercampur pasir.”
Kini, pemerintah Kota Xiluo dan Desa Xizhou masing-masing mengadopsi sebagian dataran tinggi tepi sungai di kedua sisi selatan dan utara jembatan. Sisi Xizhou digunakan untuk pengembangan pertanian, dan disediakan bagi para petani untuk menanam padi dan bunga; sedangkan di bawah jembatan di sisi Xiluo dibangun kincir air, membentuk pemandangan pedesaan pertanian, dan menempatkan seni instalasi taman kupu-kupu untuk dataran tinggi teras sungai, hamparan lahan hijau lainnya sebagai tempat menerbangkan layang-layang yang populer.
Sebuah jembatan di atas sungai, menghubungkan pemandangan indah, juga melestarikan kenangan. Jembatan Xiluo menghimpun kedalaman sejarah dan landasan humanistik, walaupun sekarang tidak lagi ramai dengan lalu lintas, namun Anda tetap dapat mendekatinya, mempelajari sejarah ketergantungan antara sungai dan jembatan, serta dapat menjalinkan sungai dengan jalan tua, desa kecil, menjelajahi gaya kontemporer jembatan dan tepi sungai.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Sinar matahari terbenam di Sungai Zhuoshui dan Jembatan Xiluo membentuk panorama jembatan dan sungai yang indah. (Foto: Wei Jin-fu, LCEF)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)