Budaya Rebung
Rebung berserat tinggi, rendah kalori dan mengandung banyak nutrisi, sering menjadi hidangan lezat di meja jamuan makan. Ekuinoks musim semi sebagai garis batas, usai ekuinoks musim semi akan sering turun hujan musim semi, sehingga bermunculan “rebung bersemi pasca hujan”. Masa sebelum dan sesudah cengbeng ada rebung panah, kemudian disusul oleh rebung makino, rebung phyllostachys lithophila, rebung hijau oldhamii, rebung hijau kulit hitam, rebung ma, rebung naga manis, lalu setelah bulan Oktober penanggalan Imlek adalah masa subur untuk rebung musim dingin yaitu rebung “moso”.
“Semua rebung bisa diasup, tetapi tergantung teknik penanganannya.” Sambung Lu Chin-ming, rebung direndam dalam “air mengalir” setengah hari, lalu ditiriskan, dan dikemas dalam kantung serta dimasukkan ke lemari es, bisa dipakai untuk menumis daging atau dibuat sup juga sedap.
Orang Taiwan mahir memasak, demikian pula “budaya rebung” juga sangat kaya. Koki masak kantin karyawan Lienhuachih membuat hidangan-hidangan lezat dengan bahan dasar aneka jenis rebung: ada selada rebung hijau oldhamii manis yang dipotong kotak-kotak, rebung ma dimasak sup tulang iga kesukaan tua muda, rebung masak sayur asin kering moi choi makanan favorit jualan pedagang kaki lima, sering menjadi teman nasi lurou daging kecap cincang, lalu spesies yang baru beberapa tahun belakangan ini ditanam yaitu rebung naga manis ditumis bersama jamur kuping dan daging iris, sedangkan di hari tahun baru atau pesta makan ada hidangan rebung masak kecap bersama daging dan Jiang Sun produk Zhushan yaitu acar rebung dimasak dalam dadar telur.
Untuk memenuhi permintaan konsumen, petani rebung generasi dua Li Xing-chen mengembangkan teknik pengemasan rebung dengan proses kedap udara tanpa obat pengawet, diekspor ke pasar masyarakat Tionghoa di Amerika, Kanada dan negara-negara lainnya.
Produk rebung musim dingin berjumlah sedikit, harganya paling mahal di antara jenis rebung lainnya, daerah produksi rebung musim dingin yang paling terkenal ada di Zhushan Nantou, Lugu, dan merupakan daerah-daerah yang mempunyai pasar rebung khusus yang langka terjadi di Taiwan. Misalnya pasar rebung Lugu hanya beroperasi di musim dingin, ini menunjukkan betapa terkenalnya rebung musim dingin ini.
Desa Zhushan adalah basis produksi rebung yang penting sekali di Taiwan, biasanya di meja makan setiap keluarga di saat tahun baru Imlek pasti terhidang lauk daging yang mewah, tetapi bagi orang Zhushan, lauk daging mewah mereka adalah rebung musim dingin. “Orang Zhushan kalau bertahun baru tidak menghidangkan menu rebung kecap, rebung masak juhi rasa bawang putih, belum bertahun baru rasanya.” Begitu memori periset Pemanfaatan Sumber Kehutanan Lin Yu-jen tentang tradisi warga Zhushan.
Selain itu, kudapan spesial orang Zhushan yaitu acar rebung Jiangsun terbuat dari rebung ma dipotong kotak kecil, dimarinasi dalam garam, tape kedelai dan herbal licorice. Jiangsun ini tidak terasa serat rebungnya dan menjadi makanan kecil kawan nasi.
.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Periset Lin Yu-jen dari Institut Riset Kegunaan Produksi Kehutanan melakukan penelitian mendalam atas bambu.