Menciptakan Kembali Cita
Rasa Kuno
Tainan yang terkenal dengan makanan kecilnya, banyak toko penjual kembang tahu, savory rice cakes, mi danzai yang berusia lebih dari seratus tahun, dimulai dari memikul dagangannya dengan sebatang tongkat pikulan untuk berkeliling sambil menyerukan dagangannya di sepanjang jalan kecil. Chiao Liu, pelopor Nuo Fu Rice Pudding, membawa dua gentong beras ketan dengan gerobak besi kuno kakeknya, memulai usaha kecil-kecilan dari pedagang kaki lima. Setelah “mengembara” di jalan-jalan besar dan kecil selama tiga, empat tahun, dan namanya sudah mulai dikenal, bahkan dagangannya sering habis dalam waktu kurang dari satu jam. Ia seperti “Peniup Seruling dari Hamelin” yang mengeluarkan sihirnya, kemana pun ia pergi di belakangnya selalu diikuti pembeli yang panjang mengantre.
Rafal Chien, pendatang dari luar Tainan merasakan keistimewaan yang mendalam, “Saya termasuk ‘pengusaha paruh baya’, tetapi banyak anak muda yang mengelola toko di Tainan, semua berusia sekitar dua puluh, tiga puluh tahun.” Manajer Nuo Fu Rice Pudding, Chiao Liu segera memulai usahanya begitu lulus kuliah, dengan bangga menggunakan resep warisan keluarganya sebagai produk utama, membangun merek makanan ringannya.
Bagi Chiao Liu proses ini sangat alami. Karena keluarganya mengelola usaha ini sejak dia masih di taman kanak-kanak, sejak kecil senang bersama neneknya mengeksplorasi bahan-bahan makanan di dapur, sehingga membangun kegemarannya terhadap bahan makanan. Hidup mandiri semasa kuliah, semakin tidak dapat membendung rasa kecintaannya akan memasak, selain mengerjakan tugas dan bekerja paruh waktu, hiburan yang paling disukai adalah menonton acara memasak, baru kemudian dipraktekkan sendiri di dapur.
Hal ini terus berlangsung hingga lulus dan bekerja di industri makanan, karena sebuah pertanyaan yang dilontarkan temannya, “Makanan apa yang paling memberikan kesan mendalam?”, sekejap muncul di benaknya, beras ketan masakan neneknya pada saat ia masih kecil, inilah yang membuatnya memulai berwirausaha.
Produk-produk yang dijual Nuo Fu Pudding Rice sangat sederhana, produk khas utamanya adalah nasi ketan dan nasi lemak, bahan yang digunakan kurang lebih sama, keduanya menggunakan beras ketan panjang produksi Houbi Tainan yang disimpan selama 8 bulan, dengan butiran beras yang terasa jelas, baru kemudian dipadukan dengan minyak wijen hitam produksi Xigang yang memberikan aroma harum segar dan murni. Selain itu ditambahkan dengan udang kering, jamur kering, daging babi, dan gula batu yang juga menjadi sentuhan penting terakhir, “Beras ketan yang dimasak di rumah pasti ditambahkan gula batu, karena beras ketan mudah menyebabkan perut kembung, minyak wijen mudah membuat panas dalam, dengan menambahkan sedikit gula batu dapat menurunkan panas dalam dan meredakan perut kembung, ini merupakan pengetahuan yang diturunkan oleh senior,” Chiao Liu menjelaskan.
Seperti mendapat berkat dari Yang Maha Kuasa, tahun lalu Nuo Fu Pudding Rice resmi bertransformasi dari yang awalnya pedagang kaki lima menjadi toko kecil, berlokasi di samping kuil Kunsha, di dalam bangunan tua milik kuil. Chiao Liu merenovasi bangunan dua lantai dengan luas sepuluh ping (sekitar 33 meter persegi), dengan dinding teraso merah bata, lemari kayu dengan kasa hijau, dan pernak pernik gentong nasi yang bergantungan di lantai satu, mangkuk keramik tua merek Tatung dan lainnya, mengingatkan orang pada zaman dulu.
Namun di antaranya, yang paling membuat orang betah berlama-lama adalah ketika pelanggan duduk bersebelahan di meja panjang sambil menikmati jajanan tradisional sederhana, di area tempat duduk persis di depan meja memasak yang hanya tersedia 4 tempat duduk, lalu tanpa sengaja masuk dalam percakapan santai dengan pemilik toko. Hal inilah yang membuat orang-orang memahami suasana kebaikan hati manusia yang lembut, kesederhanaan dan keeleganan adat-istiadat masyarakat yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, bahkan daya tarik inilah yang menjadi alasan banyak wisatawan asing dari jauh datang ke Taiwan, ternyata semua ini terjadi di dalam ruangan sekecil ini.
_web.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Chiao Liu mendapatkan motivasi berbisnis dari pengalaman pribadi, menciptakan merek makanan kecil dari kisah keluarganya.
_web.jpg?w=1080&mode=crop&format=webp&quality=80)
Sebuah toko berukuran mini tetapi dapat menciptakan satu alasan untuk wisatawan datang dari jauh.