Sensasi Pemandian 22°C Sepanjang Tahun
Sumber Mata Air Dingin Su’ao
Penulis‧Cathy Teng Foto‧Jimmy Lin Penerjemah‧Amina Tjandra
Februari 2026
Merendamkan tubuh dalam sumber mata air dingin dengan suhu rata-rata tahunan 22°C, lalu berdiam sejenak, dan tubuh akan merasakan kehangatan, satu demi satu gelembung kecil muncul di permukaan kulit, seolah-olah berendam di dalam air soda, pernahkah Anda merasakan pengalaman ini?
Kali ini, kami dipandu oleh seorang pegiat budaya sejarah lokal Yilan sekaligus Direktur LANtern SPACE, Vincent Chuang. Ia mengatakan, udara Su’ao di masa awal diliputi dengan aroma belerang yang samar-samar. Warga setempat tidak menyebutnya dengan “mandi mata air dingin”, melainkan “mandi air belerang”. Air dingin Su’ao dapat diminum, juga dapat dipakai untuk berendam, dan mata air dingin hingga saat ini masih menjadi kata kunci bagi Su’ao.
Di dalam taman pemandian sumber mata air dingin terdapat kolam perorangan dan kolam keluarga, ada sumber mata air panas dan dingin, bisa menikmati berendam bersama teman dan kerabat.
Hakikat Sumber Mata Air Dingin
Seberapa dingin baru dapat disebut sebagai sumber mata air dingin? Sebenarnya definisi sumber mata air dingin yang ditetapkan setiap negara berbeda-beda. Definisi sumber mata air dingin di Taiwan adalah air dari bawah tanah yang keluar secara alami atau dipompa manusia dengan suhu di bawah dari 30°C dan memiliki kandungan karbon dioksida terlarut lebih dari 500 mg/L.
Vincent Chuang menjelaskan, sumber mata air dingin harus memenuhi 2 kriteria utama, pertama adalah cadangan air tanah yang berlimpah, kedua adalah lapisan batuan yang dapat menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar. Letak geografis Su’ao dengan tiga sisinya dikelilingi pegunungan, bagian timur berhadapan dengan laut, sehingga mudah menyerap uap air, intensitas curah hujan tinggi dapat mengisi banyak cadangan air bawah tanah. Ditambah lagi, Su’ao kaya akan mineral batu kapur dan menjadikan Kabupaten Yilan sebagai kawasan yang memiliki pabrik semen terbanyak hingga saat ini, bahan baku yang paling penting dari semen adalah kapur, dan terbukti perkembangan industri menyesuaikan kondisi geografis setempat, segala sesuatu mempunyai akar penyebabnya.
Berdasarkan penelitian dari ahli geologi senior Taiwan, Chen Chao-hsia, sumber mata air dingin Su’ao adalah sumber air asam karbonat yang melarutkan sejumlah besar gas karbon dioksida, dikarenakan gas ini dihasilkan dari aktivitas batuan bebas atau metamorf di kedalaman bumi, yang kemudian naik dan larut di dalam air tanah. Sumber mata air dingin ini diperkirakan berasal dari kedalaman 2 kilometer di bawah tanah dengan suhu berkisar 80~90°C. Akan tetapi, karena kandungan gas dalam air dingin memiliki daya apung yang lebih tinggi dibandingkan dengan air tanah biasa, maka akan menerobos dan meluap ke atas, selama proses meluap, akan tercampur dan terlarut dengan air tanah yang bersuhu lebih rendah, kemudian membentuk sumber mata air dingin bersuhu 22°C.

Air di Su’ao Cold Spring Park mengandung belerang merah, lokasi saat ini termasuk pabrik dan kediaman kuno milik Nobukage Takenaka.
Temuan Sumber Mata Air Dingin
Tokoh kunci pengembangan sumber mata air dingin Su’ao adalah Nobukage Takenaka yang mendapat julukan sebagai “Bapak sumber mata air dingin”.
Vincent Chuang mengawali penjelasannya sembari berkata, pada masa lalu para pendatang awal membuka lahan, mereka melihat bangkai-bangkai binatang seperti ikan, udang dan serangga kecil yang mengapung di atas permukaan sumber mata air dingin tersebut dan mengira air beracun, sehingga tidak berani mendekat. Pada tahun 1895, Jepang memulai penjajahannya di Taiwan, dan seorang tentara Jepang, Nobukage Takenaka datang ke Su’ao melewati kaki gunung Qixingling, setelah ia minum air di sana, merasa kenikmatan yang luar biasa dan sangat menyegarkan. Lalu ia mengambil air tersebut untuk dijadikan sebagai sampel uji dan terbukti air tersebut merupakan air asam karbonat, air berkualitas baik dan berkhasiat sebagai obat. Setelah pensiun, Nobukage Takenaka membawa keluarganya pindah ke Su’ao, mendirikan pabrik minuman ringan berkarbonasi pertama di Taiwan di lereng gunung Qixingling. Air dari sumber mata air dingin menjadi bahan dasar, ditambah dengan gula dan perisa, dibuat menjadi minuman penyegar, yaitu minuman ringan berkarbonasi yang kita kenal dengan sebutan ramune.
Setelah sumber mata air dingin Su’ao semakin populer, pada masa pendudukan Jepang juga dibangun tempat pemandian umum, ada yang untuk pria dan ada yang untuk wanita, khasiat terapeutik mata air dingin terus dipromosikan, dan menjadi destinasi wajib saat melakukan perjalanan wisata kereta api ke Su’ao, sumber mata air dingin ini tercatat sebagai “monumen alam” di masa pendudukan Jepang.

Vincent Chuang mengatakan, warga Su’ao tidak menyebut mandi sumber mata air dingin, melainkan “mandi air belerang”.
Sensasi 22°C Sepanjang Tahun
Pada era pasca perang di mana seluruh masyarakat Taiwan berupaya untuk memulihkan perekonomian, perkembangan sumber mata air dingin Su’ao sempat mengalami masa stagnasi, hingga periode tahun 1980-1990, ketika wacana industri pariwisata “tanpa cerobong asap” atau ramah lingkungan mulai bangkit, pemerintah Kabupaten Yilan mulai merencanakan pengembangan taman sumber mata air dingin yang disediakan untuk dinikmati oleh publik. Vincent Chuang dengan rinci memaparkan perkembangan sumber mata air dingin ini setelah perang. Kini, saat berkunjung ke Su’ao, wisatawan dapat memilih “Alishi Cold Spring” atau mengunjungi “Su’ao Cold Spring Park”, atau menikmati kolam berendam perorangan di hotel penginapan sumber mata air dingin swasta, masih ada yang memilih menginap di hotel berbintang.
Alishi Cold Spring tergolong jenis air dengan kandungan belerang putih, merupakan pemandian umum yang rutin dikunjungi oleh warga lokal, tempat pemandian pria dan wanita terbuka untuk umum dan gratis, di sampingnya masih terdapat kolam berendam kaki, para pengunjung dengan kaki telanjang merasakan kesegaran berendam air .
Sementara itu, Su’ao Cold Spring Park memiliki air dengan kandungan belerang merah, kaya akan mineral. Manajer operasional area Su’ao Cold Spring Park, George Chang menyampaikan, musim panas menjadi musim puncak wisata sumber mata air dingin, wisatawan mancanegara yang mengikuti Festival Seni Permainan Tradisional Anak Internasional Yilan turut menyambangi taman sumber mata air dingin, menjadikannya sangat populer.
Hotel Jinhua Cold Spring yang terletak di sebelah Su’ao Cold Spring Park, di depan hotel terpasang slogan bertuliskan “Ayo Berendam Air Soda!”, pengelola generasi kedua, Lin Dong-bo menjelaskan, karena berdekatan dengan sumber mata air dingin, dan hasil pengukuran air dari pemerintah kabupaten mencatat kadar karbon dioksida terlarut mencapai 2.000 mg/L. Ketika tubuh kita dibenamkan dalam kolam sumber mata air dingin, lalu berdiam sejenak, seketika kulit akan diselimuti dengan gelembung-gelembung kecil, bagaikan berendam di dalam air soda tawar, pertama-tama terasa dingin menusuk, akan tetapi beberapa menit kemudian tubuh mulai terasa hangat. Usai berendam akan merasakan kulit menjadi licin, sensasi ini sangat unik. Pemilik hotel juga mengingatkan, wajib memastikan sirkulasi udara yang baik saat berendam sumber mata air dingin, berhati-hatilah, jangan sampai tersedak karbon dioksida.
Pengalaman berendam sumber mata air dingin berbeda dengan berendam sumber mata air panas, Lin Dong-bo mengatakan, jika pada musim panas berendam sumber mata air dingin, ketika keluar dari kolam, efek kesegarannya bisa bertahan 2-3 jam, dan tubuh masih terasa sejuk saat di bawah terik matahari. Sedangkan pada musim dingin terdapat kabut air di atas permukaan sumber mata air dingin, meskipun suhu di luar ruangan hanya 15°C akan tetapi berendam sumber mata air dingin justru membawa kenikmatan tersendiri.
Sebenarnya, negara yang memiliki sumber mata air dingin tidak hanya Taiwan dan Italia, akan tetapi jika berkunjung ke Taiwan baik pada musim panas maupun musim dingin, jangan melewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi anugerah alam ini.
Dikarenakan melarutkan karbon dioksida dalam jumlah besar, di tengah berendam di sumber mata air dingin Su’ao, akan ada gelembung-gelembung kecil yang menyelimuti kulit, diibaratkan dengan berendam di dalam air soda. (Foto: Cathy Teng)
Intensitas curah hujan di Su’ao cukup tinggi, ditambah lagi kondisi geografis kaya akan batu kapur, yang membentuk sumber mata air dingin Su’ao, ini adalah sebuah anugerah alam pemberian Tuhan.
