Perjalanan dari Pegunungan ke Dataran

Buah Aiyu Miaoli No. 1
:::

2020 / Juni

Artikel‧Esther Tseng Gambar‧Jimmy Lin Terjemahan‧Maidin Hindrawan


試問誰最愛台灣?種植愛玉子的農夫、研究隱花果的學者專家有共同的答案:「愛玉小蜂最愛台灣!」由於愛玉小蜂只能在台灣散播花粉與繁衍,帶來台灣獨家的特產──愛玉。

與愛玉小蜂互利共生的野生愛玉子,總是攀緣著樹幹生長,結成果實,高不可攀,採摘危險。苗栗區農業改良場開發出苗栗一號、二號的平地愛玉,產量高,採摘又更為便利;還發現愛玉子胚細胞具有美白功效,進一步研發推廣美白產品,提高愛玉子的應用價值。


Siapa paling cinta pada Taiwan? Petani buah aiyu (Ficus pumila) dan periset ficus memiliki jawaban yang sama: “Lebah aiyu paling cinta pada Taiwan!” Karena lebah aiyu hanya bisa menyerbuk dan bereproduksi di Taiwan, menghasilkan makanan khas Taiwan – jelly aiyu.

Buah aiyu liar yang hidup bersimbiosis dengan lebah aiyu, tumbuh menjalar di cabang pohon dan berbuah di tempat yang tinggi dan sulit dijangkau, sehingga pemetikannya penuh bahaya. Stasiun Perluasan dan Riset Pertanian Distrik Miaoli (Miaoli District Agricultural Research and Extention Station) mengembangkan aiyu dataran Miaoli No. 1 dan Miaoli No. 2,
agar menghasilkan produktivitas tinggi dan proses pemetikannya menjadi semakin mudah. Para peneliti juga menemukan bahwa sel embrio buah aiyu bermanfaat untuk memutihkan kulit, sehingga mereka melakukan pengembangan lebih lanjut untuk membuat produk kosmetik dari bahan tersebut, dan meningkatkan nilai guna buah aiyu.

 

Tempat pembibitan yang tidak menarik perhatian dan tertutup untuk umum, di sini adalah Stasiun Perluasan dan Riset Pertanian Distrik Miaoli (Miaoli District Agricultural Research and Extention Station, MDARES), pembibitan dalam rumah kaca dengan paparan sinar matahari yang lembut, sistem sprinkler otomatis sedang menyirami bibit tanaman. Tempat ini adalah gudang penyimpanan 115 varietas bibit buah aiyu, yang dikumpulkan dari hutan pegunungan dan lahan liar di berbagai pelosok Taiwan selama 20 tahun terakhir.

Teknisi Liu Mao-jung yang sudah bekerja di MDARES selama 30 tahun selalu bergegas ke lokasi ketika ia mendengar ada bibit buah aiyu yang unik, salah satunya adalah bibit yang dipetik dari tebing berbatu di Caoling, yang konon telah berusia 100 tahun. Liu Mao-jung berkata, “Buah aiyu ini berhasil ditemukan atas petunjuk keluarga pemetik buah aiyu, yang sudah melakukan pekerjaan tersebut selama tiga generasi, pohon tua itu masih sangat kuat, cabang pohonnya saja lebih besar dari lengan manusia.” Tapi setelah ditanam di dataran, bibit yang tumbuh kurang bisa beradaptasi dengan iklim dataran, sehingga hasil produksinya kurang bagus.

Varietas buah aiyu dengan keunikan yang berbeda-beda banyak sekali terdapat di gudang bibit, namun buah aiyu yang datang dari berbagai penjuru, baik jumlah produksi, ataupun kemampuan beradaptasi pada iklim Taiwan Utara, Tengah dan Selatan, serta kandungan pektin, semuanya tidak mampu menandingi buah aiyu Miaoli No. 1 dan Miaoli No. 2 yang dikembangkan MDARES.

 

Domestikasi Budidaya Memudahkan Pemanenan

Terjunnya MDARES ke sektor pembibitan buah aiyu disebabkan oleh koneksinya dengan “lebah aiyu”. MDARES dulunya adalah “Stasiun Eksperimen Serikultur dan Apikultur”, karena risetnya dalam ternak lebah, sehingga para peneliti di sini juga meneliti lebah aiyu yang tergolong sebagai “serangga penyerbuk”. Tapi yang berbeda adalah, lebah mengumpulkan madu di luar ruangan, sedangkan lebah aiyu masuk ke dalam buah aiyu untuk menyelesaikan tugas misterius perkawinan dan peneluran. Sebagai bagian dari penelitian lebah, tim di bawah pimpinan deputi direktur pada saat itu, Wu Deng-zhen, mulai mengadakan riset buah aiyu.

Buah aiyu kebanyakan ditemukan secara liar di pegunungan, menjalar pada pohon besar, akarnya semakin tinggi, buahnya pun semakin banyak, dan ini meningkatkan risiko bagi pemetik yang harus memanjat tinggi.

Untuk mengurangi risiko yang membahayakan keselamatan pemetik serta membudidayakan buah aiyu dengan produktivitas tinggi, MDARES memilih “varietas unggul” dari gudang bibitnya untuk menjalani domestikasi aseksual. Miaoli No. 1 dan Miaoli No. 2 yang masing-masing dihasilkan pada tahun 2012 dan 2013, adalah varietas buah aiyu dengan jumlah produksi dan kandungan pektin tinggi yang tumbuh paling cepat di dataran.

Baik varietas Miaoli No. 1 yang tahan hama maupun varietas No. 2 yang cepat matang, tiang beton setinggi sekitar tiga meter disediakan bagi penjalaran pohon aiyu. Pemanen dapat memakai pisau teleskopik yang biasa digunakan untuk memanen buah pinang, sehingga tidak perlu menggunakan tangga untuk memetik buah aiyu.

MDARES menawarkan pengalihan teknologi budidaya Miaoli No. 1 dan Miaoli No. 2 dengan harga NT$400.000, termasuk 1.000 bibit aiyu, serta panduan dalam teknik pengelolaan budidaya dan bantuan dalam penyerbukan lebah aiyu. Harga tersebut belum termasuk modal sekitar NT$1.000 untuk membangun satu tiang beton, aiyu memerlukan waktu paling cepat tiga tahun untuk tumbuh dari bibit sampai ke tahap bisa dipanen, dan minimum lima tahun untuk mencapai produksi stabil. Semua ini membuat banyak petani memilih mengurungkan niat mereka.

 

Pulang untuk Mereklamasi Kampung Halaman

Frank Fan, pemilik Taman Aiyu Keluarga Fan di Yuli, Hualien, memiliki mata yang tajam untuk menggenggam peluang. Saat pertama mendengar kabar pengalihan teknologi budidaya “Miaoli No. 1” pada tahun 2013, ia segera mendaftar dan menjadi petani pertama yang menerima pengalihan teknologi tersebut. Setelah berupaya selama lima tahun, Fan menjadi duta promosi terbaik bagi Miaoli No. 1.

Frank Fan yang sebelumnya bekerja selama lebih dari 10 tahun di Daratan Tiongkok, memiliki sebidang lahan pertanian tak terpakai yang ditinggalkan oleh orang tuanya di Yuli. Pada tahun 2005, ia mengontrak orang untuk menanam pohon kayu manis, yang membuahkan hasil cukup baik, tapi mengalami kesulitan dalam penjualannya. “Berdasarkan regulasi pengobatan tradisional Tiongkok, kayu manis kering yang diolah dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional, hanya bisa dijual oleh apotek herbal Tiongkok; sementara kayu manis segar yang dijual pada distributor, harganya terlalu rendah untuk menutupi modal.” Fan yang juga pemimpin kelas tiga Yuli Special Crops mengatakan, ia pernah mempertimbangkan untuk membudidaya pohon kamelia, tapi pohon kamelia bisa ditemukan di berbagai pelosok Guangxi, Daratan Tiongkok, mana mungkin bisa menandingi penjualan mereka dengan harga rendah? Pilihan satu-satunya hanya buah aiyu khas Taiwan.

Setelah pensiun, Fan menebang semua pohon kayu manis dan menanami lahannya dengan pohon aiyu secara organik. Pada dua tahun pertama, melihat pohon aiyunya digigit hama, ia sebenarnya ingin menyemprotkan pestisida, tapi memilih untuk menggunakan air tekanan tinggi dan memelihara sekawanan ayam kampung sebagai “rekan kerja,” yang bertugas untuk memakan hama yang jatuh tersemprot air tekanan tinggi. Akhirnya pohon aiyu menjadi kurus, ayam kampung malah menjadi gemuk.

Melalui upaya selama lima tahun dalam pemulihan tanah, pembasmian hama, penyesuaian perubahan iklim, metode penanaman dan waktu panen, serta pembangunan lingkungan simbiosis antara lebah aiyu dan pohon aiyu, ekologi organik bagi pembudidayaan buah aiyu telah bertumbuh kuat, menghasilkan buah aiyu organik yang kaya akan kandungan pektin.

“Buah aiyu adalah pusaka Taiwan. Impianku adalah menjualnya ke seluruh dunia, bagaikan buah kiwi dari Selandia Baru,” tutur Fan.

 

Lebah Aiyu: Kampung Halamanku hanya Taiwan

Berbicara tentang “keunikan Taiwan”, pandangan Frank Fan seunik matanya yang tajam yakni aiyu adalah tanaman khas Taiwan, penyebabnya adalah lebah aiyu.

Asisten periset MDARES Lin Meng-jin mengemukakan, “Perkembangbiakan aiyu sepenuhnya bergantung pada penyerbukan oleh lebah aiyu, yang panjangnya hanya 0,3 cm dan tidak menyengat orang. Setelah berbuah, celah kecil 0,3 cm secara otomatis terbuka di ujung luar buah aiyu, mengeluarkan aroma khusus yang menarik lebah aiyu untuk masuk.”

Saat terbang keluar dari buah aiyu jantan, tubuh lebah aiyu betina akan dipenuhi serbuk sari buah aiyu jantan, yang akan menyelesaikan proses penyerbukan ketika memasuki buah aiyu betina, sehingga buah aiyu bisa menghasilkan jelly aiyu setelah tumbuh matang; tapi andaikata memasuki buah aiyu jantan, lebah aiyu betina juga bisa bertelur di dalamnya dan menyelesaikan tugas reproduksi. Hubungan simbiosis antara buah aiyu dan lebah aiyu memperlihatkan keajaiban dan misteri alam.

Dua puluh tahun lalu, sudah ada petani Taiwan yang hendak mengembangbiakkan buah aiyu di Daratan Tiongkok dan Asia Tenggara, bahkan membawa lebah aiyu Taiwan ke sana, tapi semuanya tewas terjangkit penyakit karena tidak mampu beradaptasi dengan iklim setempat.

Lin Meng-jin menjelaskan, tidak ada teknologi di mana pun di dunia yang dapat mereproduksi lebah aiyu secara artifisial pada saat ini. Di Daratan Tiongkok ada spesies sepupu dekat dengan aiyu, dikenal sebagai “dolar rambat,” tetapi kandungan pektinnya jauh lebih rendah. Beberapa ahli pernah mencoba menggunakan lebah dolar rambat untuk menggantikan lebah aiyu, tapi keduanya telah berevolusi menjadi spesies berlainan, lebah dolar rambat hanya memilih untuk masuk ke buah dolar rambat, sama sekali tidak tertarik dengan buah aiyu, maka upaya membudidaya buah aiyu tetap saja gagal.

Beberapa tahun terakhir, Daratan Tiongkok telah berhasil mereplikasi hasil produk pertanian Taiwan seperti atemoya, pisang dan lici yuhebao (dompet giok), tetapi buah aiyu yang tidak dapat direplikasi. Ini adalah hadiah dari Yang Maha Kuasa kepada Taiwan.

Untuk memperkuat industri pertanian buah aiyu, MDARES memilih varietas spesifik dan mengekstrak zat-zat darinya untuk diteliti. Mereka menemukan bahwa ekstrak dari sel embrio buah aiyu dapat menekan produksi melanin dan meningkatkan produksi kolagen. Kerja sama dengan China Medical University dalam pengujian seluler dan hewan telah mengonfirmasi efek pemutihan dan restorasi pada kulit.

Periset MDARES Lu Mei-chun menjelaskan satu buah aiyu biasanya bisa menghasilkan 200 ml jelly aiyu, tapi melalui ekstraksi bioteknologi bisa menghasilkan 500 lembar masker perawatan wajah atau 400 botol likuid esensi. MDARES sedang mencari mitra bisnis untuk pengalihan teknologi. Jika bisa dikembangkan menjadi produk baru, selain bisa meningkatkan insentif bagi petani untuk membudidayakan buah aiyu, produk tersebut juga akan menjadi produk kecantikan khas Taiwan!

Artikel yang berkaitan

近期文章

Tiếng Việt ไทย

Hành trình từ miền núi đến đồng bằng của Aiyu

Giống Aiyu Miêu Lật số 1

Bài viết‧Esther Tseng Ảnh‧Jimmy Lin Biên dịch‧Thúy Anh

試問誰最愛台灣?種植愛玉子的農夫、研究隱花果的學者專家有共同的答案:「愛玉小蜂最愛台灣!」由於愛玉小蜂只能在台灣散播花粉與繁衍,帶來台灣獨家的特產──愛玉。

與愛玉小蜂互利共生的野生愛玉子,總是攀緣著樹幹生長,結成果實,高不可攀,採摘危險。苗栗區農業改良場開發出苗栗一號、二號的平地愛玉,產量高,採摘又更為便利;還發現愛玉子胚細胞具有美白功效,進一步研發推廣美白產品,提高愛玉子的應用價值。


Ai là người yêu Đài Loan nhất? Nông dân trồng Aiyu và các chuyên gia nghiên cứu về quả giả sẽ có cùng một câu trả lời: “Tò vò Aiyu yêu Đài Loan nhất!”, bởi vì tò vò Aiyu chỉ có thể thụ phấn và sinh sản ở Đài Loan, mang lại đặc sản độc đáo cho Đài Loan: Quả Aiyu.

Aiyu (Ficusawkeotsang) trong hoang dã là một loài thực vật dây leo sống dựa vào thân cây, trái của chúng thường mọc ở trên cao, cho nên việc hái quả Aiyu rất nguy hiểm. Trung tâm Nghiên cứu và Cải thiện giống nông nghiệp khu vực Miêu Lật (Miaoli District Agricultural Research and Extension Station, gọi tắt là MDARES) đã nghiên cứu ra giống Aiyu đồng bằng là Miêu Lật số 1 và Miêu Lật số 2, hai giống này có sản lượng cao và dễ dàng thu hoạch hơn. Họ còn phát hiện ra rằng, tế bào phôi của Aiyu có công dụng làm trắng và đẹp da, cho nên cũng tiến hành nghiên cứu và phát triển dòng sản phẩm làm đẹp từ Aiyu, nâng cao giá trị ứng dụng của loài thực vật này.

 

Vườn ươm trông rất bình dị nhưng cấm người ngoài ra vào này tràn ngập ánh sáng mặt trời, hệ thống tưới nước tự động đang chăm sóc cho những mầm non xanh tươi. Đây là Trung tâm Nghiên cứu và Cải thiện giống nông nghiệp khu vực Miêu Lật, nơi đã dành 20 năm để thu thập 115 giống cây Aiyu từ khắp núi rừng và ruộng vườn của Đài Loan.   

Ông Lưu Mậu Vinh (Liu Mao-jung) - chuyên viên kỹ thuật đã làm việc tại MDARES 30 năm cho biết, mỗi khi nghe nói ở đâu có cây giống Aiyu đặc thù là ông liền chạy đến, ví dụ như mầm cây Aiyu hái từ vách đá ở Thảo Lĩnh (Caoling) đang được cất giữ trong kho gene của MDARES, nghe nói là mầm cây Aiyu đã trên trăm tuổi. Ông Lưu Mậu Vinh nói: “Cây Aiyu này là nhờ một gia đình đã ba đời làm nghề hái Aiyu dẫn đường mới tìm thấy được, cây đã già nhưng vẫn còn sai trĩu quả, dây leo của cây Aiyu to như bắp tay người”. Thế nhưng sau khi đem về để nuôi trồng thì lại không thích nghi được với khí hậu ở đồng bằng, sản lượng cũng không tốt như mong đợi.

Trong kho gene Aiyu có đủ các loại khác nhau, mỗi loại đều có tính chất riêng của chúng và trong số đó, bất kể là về sản lượng, khả năng thích ứng với khí hậu ở ba miền Bắc, Trung, Nam Đài Loan, hay là hàm lượng pectin có trong hạt Aiyu, tất cả đều không thể sánh với chất lượng của giống Miêu Lật số 1 và Miêu Lật số 2 do MDARES nghiên cứu ra.

 

Thuần hóa cây hoang, rước cây về đồng bằng

Nhờ có tò vò Aiyu mà MDARES đã dốc lòng nuôi trồng Aiyu, bởi vì tiền thân của MDARES là Trung tâm thí nghiệm nuôi ong và tằm (Sericulture and Apiculture Experiment Station), chuyên nghiên cứu về loài ong mật và qua đó cũng nghiên cứu loài “côn trùng thụ phấn” - tò vò Aiyu. Nhưng điều khác biệt là ong mật hút mật ở bên ngoài, còn tò vò Aiyu thì lại chui vào trong quả để hoàn thành nhiệm vụ thần bí của mình. Để nghiên cứu tò vò, đội ngũ của ông Ngô Đăng Trinh – Phó Giám đốc Trung tâm lúc bấy giờ cũng bắt đầu mở rộng sang nghiên cứu loài thực vật dây leo Aiyu.

Aiyu đa số sinh trưởng trong môi trường hoang dã, thường là ở khu vực núi cao, bám dựa vào những cây cao to mà sống, cành của Aiyu leo càng cao thì kết trái càng nhiều và cũng làm tăng mức độ nguy hiểm cho những người đi hái Aiyu. 

Để giúp cho việc hái Aiyu bớt nguy hiểm hơn và có thể nuôi trồng ra giống Aiyu cho sản lượng cao, MDARES đã chọn lọc ra những “giống cây ưu việt” và tiến hành thuần hóa. Năm 2012 và 2013, họ đã nghiên cứu và tạo ra giống Miêu Lật số 1 và Miêu Lật số 2, hai giống cây này sinh trưởng rất nhanh trong môi trường đồng bằng, đồng thời cũng cho sản lượng cao với hàm lượng pectin phong phú.

Bất kể là giống có thể chống lại sâu bọ như Miêu Lật số 1 hay giống cho ra quả sớm như Miêu Lật số 2 đều được trồng bằng cách cho bám vào một cột bê tông cao khoảng  3 mét, người hái chỉ cần mang theo chiếc dao cắt cau được nối dài, không cần leo thang cũng có thể hái được quả, tiện lợi hơn rất nhiều cho việc thu hoạch Aiyu.

Tuy vậy, về việc chuyển giao kỹ thuật nuôi trồng giống Miêu Lật số 1 và Miêu Lật số 2, MDARES đưa ra phương án trọn gói với tổng giá trị lên đến 400 nghìn Đài tệ, trong đó bao gồm cung cấp 1.000 cây giống Aiyu, hướng dẫn kỹ thuật quản lý nuôi trồng và hỗ trợ cho tò vò Aiyu thụ phấn, kèm thêm một cột bê tông giá khoảng 1.000 Đài tệ, nhưng từ khi là cây giống cho đến lúc có thể thu hoạch nhanh nhất cũng phải 3 năm, chậm nhất là 5 năm mới có thể đạt đến sản lượng ổn định. Vì thế, rất nhiều nông dân đã chùn bước trước phương án trọn gói này.

 

“Cởi giáp về quê” phát triển quê nhà

Thế nhưng, chủ nhân của vườn Aiyu Phạm Gia ở Ngọc Lý, huyện Hoa Liên, ông Phạm Chấn Hải (Frank Fan) lại là một người rất sáng suốt. Năm 2013, vừa nghe nói MDARES đưa ra phương án chuyển giao kỹ thuật giống Miêu Lật số 1, ông Phạm Chấn Hải liền lập tức báo danh và ký hợp đồng, trở thành nông dân đầu tiên được chuyển giao kỹ thuật. Sau 5 năm nỗ lực, nay đã trở thành người đại diện xuất sắc nhất cho giống Miêu Lật số 1.

Ông Phạm Chấn Hải đã đi làm việc ở Trung Quốc hơn 10 năm, do bố mẹ ông có để lại một mảnh đất ruộng hoang ở quê nhà Ngọc Lý, năm 2005, ông nhờ người đến giúp trồng cây quế, việc trồng trọt khá thành công nhưng lại gặp phải khó khăn ở khâu bán ra thị trường. “Theo quy định trong Luật Thuốc đông y, quế sau khi đã phơi khô và gia công là thuộc dạng nguyên liệu thuốc, chỉ có thể bán trong các cửa tiệm thuốc đông y, còn quế tươi nếu đem bán cho trung gian thì lại không kiếm được lời”. Ông Phạm Chấn Hải còn kiêm chức vụ Trưởng ban thu hoạch và tiêu thụ nông sản phẩm đặc biệt của Ngọc Lý, ông cho biết đã từng nghĩ đến việc trồng cây hoa trà, nhưng làm sao có thể cạnh tranh được với mức giá thấp từ Trung Quốc khi ở tỉnh Quảng Tây có cả một vùng núi trồng đầy loài cây này? Vì thế, lựa chọn duy nhất của ông chỉ còn lại loài cây Aiyu thuần chủng Đài Loan mà thôi.

Sau khi nghỉ hưu, ông Phạm Chấn Hải đã quyết định chặt bỏ hết những cây quế để trồng cây giống Aiyu, đồng thời áp dụng hình thức nuôi trồng hữu cơ. Hai năm trước, khi nhìn thấy cây Aiyu của mình bị sâu ăn, ông đã nhiều lần muốn phun thuốc nhưng cuối cùng chỉ có thể liên tục dùng vòi phun nước áp lực cao để loại bỏ sâu ra khỏi cành, cũng vì thế mà ông còn nuôi thêm một đàn gà để giúp ăn những con sâu bị phun khỏi cành, vừa bảo vệ cho cây Aiyu, vừa nuôi một đàn gà béo tốt.

Trải qua 5 năm nuôi trồng, khắc phục sâu bệnh, để ứng phó với sự biến đổi của khí hậu, ông Phạm Chấn Hải cũng điều chỉnh phương pháp trồng trọt và thời gian thu hoạch, nhất là tạo ra môi trường cộng sinh cùng có lợi cho cây Aiyu và loài tò vò Aiyu. Hiện tại, vườn Aiyu hữu cơ của ông Phạm Chấn Hải xanh ngát tốt tươi, và cho ra những trái Aiyu hữu cơ dày cùi với hàm lượng pectin vô cùng phong phú.

Ông Phạm Chấn Hải nói: “Aiyu là báu vật của Đài Loan, ước mơ của tôi là có thể mang Aiyu bán ra toàn thế giới giống như kiwi của New Zealand vậy.”

 

Tò vò Aiyu: chỉ có Đài Loan là quê hương

Nói đến “Duy nhất tại Đài Loan”, ông Phạm Chấn Hải quả thực là người có đôi mắt tinh tường, nguyên nhân khiến Aiyu trở thành giống đặc chủng của Đài Loan chính là loài tò vò Aiyu.

Trợ lý nghiên cứu viên tại MDARES Lâm Mạnh Quân (Lin Meng-jin) chỉ ra: “Việc sinh sản của cây Aiyu chỉ dựa vào những phấn hoa mà loài tò vò Aiyu mang đến, loài tò vò này chỉ dài 0,3 cm và không đốt người. Khi Aiyu ra quả, ở phần cuối của quả sẽ tự mở ra một kẽ hở rộng 0,3 cm và lan tỏa ra mùi hương đặc trưng để thu hút tò vò Aiyu chui vào trong quả”.

Những con tò vò Aiyu cái trong quá trình chui ra từ trong quả Aiyu đực, khắp thân sẽ dính đầy phấn hoa, sau đó chỉ cần chúng bay vào trong quả Aiyu cái và tiếp xúc với quả cái là hoàn thành việc thụ phấn, khi quả đã chín thì bên trong chính là những hạt Aiyu có thể dùng để tạo ra thạch Aiyu thanh mát. Nhưng nếu như tò vò Aiyu bay vào trong quả đực thì chúng cũng có thể đẻ trứng bên trong quả này, hoàn thành nhiệm vụ “nối dõi tông đường” cho gia tộc tò vò Aiyu của mình. Có thể nói, quan hệ cộng sinh cùng có lợi giữa cây Aiyu và tò vò Aiyu là một điều kỳ diệu của tự nhiên.

Từ 20 năm trước đã có nông dân Đài Loan muốn trồng cây Aiyu ở Trung Quốc và Đông Nam Á, thậm chí là mang theo cả tò vò Aiyu của Đài Loan đi đến những khu vực này để hỗ trợ việc nuôi trồng, thế nhưng tò vò Aiyu lại không thích nghi được với môi trường và chết ở xứ người.

Lâm Mạnh Quân giải thích, hiện tại, toàn thế giới vẫn chưa phát triển kỹ thuật sinh sản nuôi tò vò Aiyu nhân tạo. Mặc dù ở Trung Quốc có loài thực vật rất gần với Aiyu, tên là “trầu cổ”, nhưng hàm lượng pectin trong quả này không cao như Aiyu, có chuyên gia cũng thử thay tò vò Aiyu bằng tò vò trầu cổ, tuy nhiên do chúng đã trở thành những phân nhánh khác nhau trong quá trình tiến hóa, loài tò vò trầu cổ chỉ chui vào trong quả trầu cổ chứ không có hứng thú với Aiyu cho nên thử nghiệm này đành tuyên bố thất bại.

Những năm gần đây, Trung Quốc liên tục thành công trong việc sao chép nông sản phẩm của Đài Loan, ví dụ như mãng cầu lai dứa, chuối, vải Yuhebao, chỉ có Aiyu là họ không thể sao chép được, đây là món quà mà ông trời ban tặng cho Đài Loan.

Để giúp cho ngành trồng Aiyu vững mạnh hơn, MDARES đã tiến hành chiết xuất và điều chế dựa trên một số giống Aiyu đặc biệt và phát hiện tế bào phôi của Aiyu có công dụng ngăn chặn sự hình thành sắc tố đen, kích thích sự gia tăng của collagen. Sau khi tiến hành thí nghiệm trên tế bào và động vật, kết quả chứng minh, chúng có thể giúp làm trắng và hồi phục da.

Nghiên cứu viên tại MDARES Lư Mỹ Quân (Lu Mei-chun) chỉ ra, thông thường thì một quả Aiyu có thể vò ra được khoảng 200 ml thạch Aiyu, nhưng sau khi chiết xuất bằng công nghệ sinh học thì có thể làm thành 500 miếng mặt nạ hoặc 400 bình tinh chất dưỡng da. Hiện tại MDARES đang tìm kiếm đối tác để chuyển giao kỹ thuật, nếu có thể phát triển thành thương phẩm, ngoài giúp thu hút thêm nông dân trồng Aiyu, điều quan trọng nhất là có thể sẽ tạo ra sản phẩm làm đẹp của riêng Đài Loan.

จากภูเขาสูงลงสู่พื้นราบ

เยลลี่ฟิก พันธุ์เหมียวลี่ 1

บทความ‧เจิงหลันสู รูปภาพ‧หลินเก๋อลี่ คำแปล‧แสงชัย กิตติภูมิวงศ์

試問誰最愛台灣?種植愛玉子的農夫、研究隱花果的學者專家有共同的答案:「愛玉小蜂最愛台灣!」由於愛玉小蜂只能在台灣散播花粉與繁衍,帶來台灣獨家的特產──愛玉。

與愛玉小蜂互利共生的野生愛玉子,總是攀緣著樹幹生長,結成果實,高不可攀,採摘危險。苗栗區農業改良場開發出苗栗一號、二號的平地愛玉,產量高,採摘又更為便利;還發現愛玉子胚細胞具有美白功效,進一步研發推廣美白產品,提高愛玉子的應用價值。


หากถามว่าใครรักไต้หวันมากที่สุด เกษตรกรปลูกเยลลี่ฟิกไต้หวันและผู้เชี่ยวชาญวิจัยการขยายพันธุ์ลูกฟิกมีคำตอบตรงกันคือ แมลงตัวเล็กที่เรียกว่า “ต่อเยลลี่ฟิก” รักไต้หวันมากที่สุด เนื่องจากต่อเยลลี่ฟิกอยู่อาศัยแพร่พันธุ์ได้เฉพาะในไต้หวันและช่วยผสมเกสรให้แก่ผล “เยลลี่ฟิก” ( Jelly Fig, Ficus Awkeotsang) ทำให้ลูกฟิกมีความโดดเด่นและเป็นของดีประจำถิ่นของไต้หวัน

เยลลี่ฟิก เป็นพืชเถาเลื้อย มักจะเลื้อยไปตามต้นไม้ใหญ่ ออกผลบนยอดไม้ที่สูงลิ่ว การปีนป่ายขึ้นไปเก็บมีอันตรายมาก สถานีวิจัยและปรับปรุงพันธุ์พืชเขตเหมียวลี่ (Miaoli District Agricultural Research and Extension Station - MDARES) จึงได้พัฒนาเยลลี่ฟิกปลูกบนพื้นราบพันธุ์เหมียวลี่ 1 และ เหมียวลี่ 2 เป็นลูกฟิกให้ผลผลิตสูง เก็บผลง่าย และพบว่าเซลล์ต้นอ่อนของเยลลี่ฟิก สามารถพัฒนาเป็นผลิตภัณฑ์เสริมความงาม เพิ่มมูลค่าเยลลี่ฟิกได้มากขึ้นอีกด้วย

 

เรือนเพาะต้นกล้าแห่งนี้ไม่เปิดต่อบุคคลภายนอก ดูแล้วไม่น่าสนใจ แสงอาทิตย์กำลังสาดส่อง ระบบรดน้ำอัตโนมัติหมุนรดน้ำต้นกล้า ที่นี่คือ MDARES ช่วง 20 กว่าปีที่ผ่านมา ได้สะสมพันธุ์เยลลี่ฟิก 115 ชนิดไว้ในธนาคารพันธุ์พืช ซึ่งมาจากแหล่งภูเขาสูงไปจนถึงท้องทุ่ง

คุณหลิวเม่าหรง (劉茂榮) เจ้าหน้าที่เทคนิค ทำงานที่ MDARES 30 กว่าปีแล้ว หากเขาได้ข่าวว่าที่ไหนมีเยลลี่ฟิกที่มีลักษณะเฉพาะก็จะมุ่งไปเสาะหาทันที อย่างเช่นสายพันธุ์หนึ่งที่เก็บในธนาคารพันธุ์พืชมาจากหน้าผาเฉาหลิ่ง (草嶺) ในเมืองหยุนหลิน ต้นเดิมมีอายุนับร้อยปี คุณหลิวบอกว่า “เยลลี่ฟิกนี้ ทายาทรุ่นที่ 3 ของนักเก็บเยลลี่ฟิกเป็นผู้นำทางจึงได้พบ ต้นเดิมมีผลดกมาก เฉพาะต้นเถามีขนาดเท่ากับเท่ากับลำแขนเลยทีเดียว” แต่เมื่อนำมาปลูกในที่ราบ ไม่คุ้นเคยกับสภาพอากาศจึงให้ผลผลิตไม่มาก

เยลลี่ฟิกในธนาคารพันธุ์พืชมีหลากหลายสายพันธุ์ ชื่อต่างกัน คุณสมบัติต่างกัน แต่เยลลี่ฟิกที่มาจากแหล่งต่างๆ เหล่านี้สู้พันธุ์เหมียวลี่ 1 และ เหมียวลี่ 2 ที่ MDARES พัฒนาขึ้นมาไม่ได้ ไม่ว่าในด้านปริมาณเยลลี่ต่อผล การปรับตัวเข้ากับภูมิอากาศภาคเหนือ กลาง และใต้ของไต้หวัน

 

ปรับปรุงพันธุ์ให้ผลผลิตมากและเก็บง่าย

ในการเพาะพันธุ์เยลลี่ฟิก MDARES ต้องอาศัยต่อเยลลี่ฟิกเป็นผู้ช่วยผสมเกสร ในอดีต MDARES เป็นสถานีวิจัยผึ้งและแมลงที่ช่วยผสมเกสรดอกไม้ รวมทั้งวิจัยต่อเยลลี่ฟิก คุณอู๋เติงเจิน (吳登楨) รองผู้อำนวยการศูนย์ฯ ในขณะนั้นจึงได้นำทีมงานวิจัยเยลลี่ฟิกด้วย และได้พบสิ่งที่แตกต่างกันคือ ผึ้งผสมเกสรในสภาพกลางแจ้ง แต่ต่อเยลลี่ฟิกต้องมุดเข้าไปในผลเยลลี่ฟิก ทำการผสมพันธุ์และวางไข่

ปกติต้นเยลลี่ฟิกเกิดตามธรรมชาติในป่าลึก เลื้อยไปตามต้นไม้ใหญ่ ยิ่งเลื้อยสูงก็ยิ่งมีผลดก ทำให้การขึ้นไปเก็บอันตรายมาก

MDARES ได้คัดเลือกสายพันธุ์ที่ดี และทำการปรับปรุง เพื่อไม่ต้องปีนเก็บบนที่สูง และได้ผลผลิตมากขึ้น ในปีค.ศ.2012 และ 2013 ประสบความสำเร็จในการพัฒนาพันธุ์เหมียวลี่ 1 และเหมียวลี่ 2 เป็นสายพันธุ์ที่เติบโตได้เร็วบนพื้นที่ราบ ให้ผลผลิตสูงและมีปริมาณเยลลี่ต่อผลมาก

เยลลี่ฟิกพันธุ์เหมียวลี่ 1 ที่มียีนต้านแมลง หรือเหมียวลี่ 2 ที่ออกผลเร็ว ทั้ง 2 พันธุ์นี้ปลูกโดยให้เลื้อยเสาซีเมนต์สูงประมาณ 10 ฟุต เก็บผลโดยใช้มีดยืดหดแบบเดียวกับที่ใช้เก็บผลหมาก ไม่ต้องใช้บันไดก็เก็บผลได้ง่ายและเป็นการปลูกบนพื้นที่ราบ

อย่างไรก็ตาม แผนการถ่ายทอดเทคนิคให้แก่เกษตรกรของ MDARES ไม่ว่าจะพันธุ์เหมี่ยวลี่ 1 หรือ 2 แพ็กเกจรวมมูลค่า 400,000 เหรียญไต้หวัน ซึ่ง MDARES จะให้ต้นเยลลี่ฟิก 1,000 ต้น แนะนำการบริหารเพาะปลูก การผสมเกสรด้วยต่อเยลลี่ฟิก แต่ยังไม่รวมค่าเสาซีเมนต์ต้นละประมาณ 1,000 เหรียญไต้หวัน หลังจากปลูกต้นกล้าจนโตให้ผลได้ ต้องใช้เวลาอย่างน้อย 3 ปี อย่างช้า 5 ปี จึงจะมีผลผลิตที่สม่ำเสมอ ทำให้เกษตรกรหลายคนไม่กล้าลงทุน

เกษตรกรผู้กลับสู่บ้านเกิด บุกเบิกการปลูกเยลลี่ฟิก

ฟ่านเจิ้นไห่ (范振海) เจ้าของสวนเยลลี่ฟิก ที่เขตอวี้หลี่ (玉里) เมืองฮัวเหลียน ถือเป็น “วีรบุรุษผู้มองการณ์ไกล” ปีค.ศ.2013 เมื่อเขาได้ยินข่าวว่า MDARES เปิดการถ่ายทอดเทคนิคปลูกเยลลี่ฟิกพันธุ์เหมียวลี่ 1 จึงเข้าเซ็นสัญญาทันที กลายเป็นเกษตรกรคนแรกที่ได้รับการถ่ายทอดเทคนิค หลังผ่านความพยายามมาเป็นเวลา 5 ปี เขาได้กลายเป็นพรีเซนเตอร์ที่ดีที่สุดของเยลลี่ฟิกสายพันธุ์เหมียวลี่ 1 ไปแล้ว

ฟ่านเจิ้นไห่เคยไปทำงานที่จีนแผ่นดินใหญ่ 10 กว่าปี ที่ดินมรดกจากพ่อแม่ปล่อยไว้รกร้าง ในปีค.ศ.2005 เขาได้ว่าจ้างคนอื่นให้ปลูกต้นอบเชย แม้ได้ผลดี แต่มีปัญหาในการขาย ตามกฎระเบียบการค้าสมุนไพรยาจีนแผนโบราณ  อบเชยที่อบแห้งแปรรูปจะต้องซื้อขายผ่านร้านยาจีนแผนโบราณเท่านั้น ผลอบเชยสดขายให้พ่อค้าคนกลางไม่คุ้มต้นทุน ฟ่านเจิ้นไห่ซึ่งเป็นหัวหน้ากลุ่มเกษตรเขตอวี้หลี่บอกว่า เขาเคยคิดปลูกต้นเมล็ดชา แต่ที่กวางสีในจีนแผ่นดินใหญ่มีผู้ปลูกต้นเมล็ดชาเต็มภูเขา คงสู้ราคาต่ำของจีนไม่ได้ ทางเลือกจึงมีหนึ่งเดียวคือเยลลี่ฟิกของไต้หวัน

หลังปลดเกษียณแล้ว ฟ่านเจิ้นไห่ตัดใจโค่นต้นอบเชยหันมาปลูกเยลลี่ฟิก และตัดสินใจปลูกแบบเกษตรอินทรีย์ ใน 2 ปีแรกเห็นหนอนกินต้นเยลลี่ฟิก ในใจเกิดความสับสนอยากฉีดยาฆ่าแมลง แต่ก็ได้แต่ใช้น้ำแรงดันสูงฉีดหนอนแมลงตกลงมา เขายังได้หาผู้ช่วยโดยเลี้ยงไก่เพื่อเก็บกินแมลงที่ตกลงมา ทำให้ไก่อ้วนดี แต่ต้นเยลลี่ฟิกยังผอมโซ 

ผ่านมา 5 ปี ได้มีการเพาะปลูกและดูแล แก้ปัญหาหนอนแมลง รับมือสภาพภูมิอากาศเปลี่ยนแปลง ปรับปรุงวิธีการเพาะปลูกและเวลาการเก็บผล ในสภาวะแวดล้อมเกษตรอินทรีย์ที่ดี ต่อเยลลี่ฟิกและผลเยลลี่ฟิกพึ่งพาอาศัยซึ่งกัน จึงได้ผลเยลลี่ฟิกที่แน่นและมีเยลลี่ต่อผลในปริมาณมาก

ฟ่านเจิ้นไห่บอกว่า “เยลลี่ฟิกเป็นสิ่งล้ำค่าของไต้หวัน ความฝันของผมก็คือทำให้เยลลี่ฟิกเหมือนกับกีวีของนิวซีแลนด์ที่จำหน่ายออกไปทั่วโลก”

 

ต่อเยลลี่ฟิก อาศัยอยู่ได้ในไต้หวันเท่านั้น

กล่าวได้ว่าฟ่านเจิ้นไห่เป็นผู้มีวิสัยทัศน์กว้างไกล มองเห็น “หนึ่งเดียวในไต้หวัน” ซึ่งก็คือ เยลลี่ฟิก เป็นลูกฟิกที่มีเฉพาะในไต้หวัน โดยต้องอาศัยต่อเยลลี่ฟิกเท่านั้นในการช่วยผสมเกสร

หลินเมิ่งจวิน (林孟均) รองนักวิจัย MDARES บอกว่า “การขยายพันธุ์เยลลี่ฟิก ต้องอาศัยต่อเยลลี่ฟิกซึ่งไม่ต่อยคน ลำตัวยาวเพียง 0.3 ซม. เป็นผู้ผสมเกสร เมื่อเยลลี่ฟิกออกผลขนาดเล็กที่ส่วนปลายจะเปิดรูออก 0.3 ซม. กลิ่นหอมพิเศษแพร่กระจายดึงดูดต่อเยลลี่ฟิกมุดเข้าไป”

ในขณะที่ต่อตัวเมียที่บินออกมาจากผลเยลลี่ฟิกที่มีเกสรตัวผู้ จะนำพาเกสรเกาะติดอยู่ตามตัวออกมาด้วย เมื่อมุดเข้าในผลฟิกที่เป็นดอกเกสรตัวเมียทำให้เกิดการผสมเกสร ผลฟิกจะเจริญต่อไปจนสมบูรณ์ ในขณะเดียวต่อตัวเมียอาจจะวางไข่ในผลฟิกเกสรตัวผู้ ก็จะเป็นการแพร่พันธุ์ต่อไม่ขาดสาย นี่คือการพึ่งพาอาศัยกันระหว่างตัวต่อกับผลฟิก เป็นความอัศจรรย์ในธรรมชาติ

เมื่อ 20 ปีก่อน มีเกษตรกรในไต้หวันนำเอาต้นเยลลี่ฟิกไปปลูกที่จีนแผ่นดินใหญ่หรือเอเชียอาคเนย์ และยังนำต่อเยลลี่ฟิกไปด้วย แต่เมื่อต่อไปถึงที่นั่น ต่อเหล่านั้นก็ตายหมด เพราะปรับตัวเข้ากับดินฟ้าอากาศไม่ได้

คุณหลินเมิ่งจวินอธิบายว่า ปัจจุบันทั่วโลกยังไม่พบวิธีการเพาะเลี้ยงต่อเยลลี่ฟิกด้วยการผสมเทียม ที่จีนแม้มีลูกฟิกที่เรียกกันว่าครีบปิ้งฟิก (Creeping Fig) ซึ่งเป็นพืชในสกุลมะเดื่อ เช่นเดียวกับเยลลี่ฟิกของไต้หวัน แต่มีเยลลี่น้อยกว่าอย่างเทียบกันไม่ได้ มีคนทดลองใช้ต่อครีบปิ้งฟิกผสมเกสรแทนต่อเยลลี่ฟิก แต่เนื่องจากต่อทั้งสองเป็นคนละสายพันธุ์ ผลเยลลี่ฟิกของไต้หวันที่ปลูกในจีนไม่สามารถดึงดูดให้ต่อครีบปิ้งฟิกมุดเข้าไปในผลได้ การปลูกเยลลี่ฟิกในจีนจึงไม่สำเร็จ

ในช่วงที่ผ่านมา จีนเลียนแบบพันธุ์ผลไม้ไต้หวันได้หลายชนิด เช่น น้อยหน่าสับปะรด กล้วยหอม ลิ้นจี่พันธุ์อวี้เหอเปา มีเพียงเยลลี่ฟิกที่ยังเลียนแบบและปลูกไม่ได้ ถือเป็นของขวัญที่สวรรค์ประทานให้กับไต้หวันโดยแท้

เพื่อเสริมความแข็งแกร่งต่อการพัฒนาเยลลี่ฟิก MDARES ได้เลือกพันธุ์ที่เหมาะสำหรับการสกัดเพื่อพัฒนาผลิตภัณฑ์ใหม่ และพบว่าเซลล์ต้นอ่อนเยลลี่ฟิก สามารถลดฝ้าจุดด่างดำ เสริมการสร้างโปรตีน จึงได้ร่วมมือกับมหาวิทยาลัย China Medical University ในไทจง ทดลองในเซลล์และในสัตว์ ยืนยันมีสรรพคุณทำให้ผิวนวลงามและช่วยซ่อมแซมผิวหนัง

หลูเหม่ยจวิน (盧美君) ชี้ว่า ปกติเยลลี่ฟิก 1 ผล นำมาคั้นจะได้เยลลี่ 200 มิลลิลิตรสำหรับการทำวุ้นอ้ายอวี้ (Aiyu Jelly) หากผ่านการสกัดด้วยกระบวนการเทคโนโลยีชีวภาพ ทำเป็นมาสก์บำรุงผิวหน้าได้ 500 แผ่น หรือได้เซรัมบำรุงผิว 400 ขวด ขณะนี้ MDARES กำลังจะถ่ายทอดเทคโนโลยีให้แก่ผู้ประกอบการ เมื่อผลิตเป็นสินค้าสำเร็จแล้ว ถือเป็นการส่งเสริมเกษตรกรปลูกเยลลี่ฟิก และที่สำคัญ นี่จะเป็นผลิตภัณฑ์ความงาม “หนึ่งเดียวจากไต้หวัน” ด้วย

X 使用【台灣光華雜誌】APP!
更快速更方便!